Pentingnya Menunjukkan Perilaku Baik Kepada Rekan Kerja dan Orang Lain
Dalam membangun hubungan kerjasama dengan rekan kerja, atasan ataupun kolega, cinta memegang peran penting di dalamnya. Banyak yang beranggapan bahwa melibatkan emosi dalam pekerjaan akan memicu masalah dan ketidakprofesionalan karyawan. Namun hal itu tergantung pada bagaimana kita mendefinisikan emosi dalam hubungan kerja. Akan sangat berperan penting ketika kita menggunakan emosi dalam pengertian positif, sebagai perilaku baik terhadap orang lain berdasarkan rasa hormat, saling berbagi pengalaman atau minat. Demikian seperti yang dijelaskan oleh Kathryn Haydon, MSc, konsultan dan penulis.
Haydon mengatakan bahwa perilaku baik kepada orang lain adalah inti dari emosi yang dimaksud. Mungkin kita sering mendapatkan rekan kerja yang menyebalkan. Berteriak ketika menelpon di kantor terbuka, makan dengan berisik, jarang mengikuti pertemuan tim atau bahkan menganggap keterlibatan dan partisipasi tim tidak berarti. Tentu, dengan rekan kerja seperti itu, akan sangat sulit untuk berperilaku baik kepada mereka. Kecuali hal itu dilakukan dengan kreativitas.
Lebih lanjut dirinya menjelaskan, definisi emosi Haydon mengisyaratkan titik awal yang potensial. Dikatakan berperilaku baik terhadap orang lain dapat didasarkan pada pengalaman bersama. Ternyata, kreativitas adalah pengalaman bersama yang paling utama. Dikatakan bahwa setiap orang memiliki kreativitas dan menggunakan kekuatan dari kreativitas tersebut. Serta sifat-sifat yang mendukung pemikiran dan tindakan baru. Kekuatan kreatif juga memberikan jalan untuk mengenal dan menghormati orang lain secara mendalam.
Maka untuk dapat memiliki emosi yang lebih baik kepada rekan kerja yang menyebalkan, kita bisa memulai dengan diri sendiri. Karena ketika kita memahami diri sendiri melalui lensa kekuatan kreatif, kita mulai dari posisi keutuhan dan kepercayaan diri.
Mengetahui kekuatan kreatif menempatkan kita pada fondasi diri yang kuat dan terhindar dari perbandingan, kecemburuan, dan perasaan tidak mampu yang destruktif. Ketika mendefinisikan diri berdasarkan kekuatan, kita berada dalam posisi yang lebih kuat untuk menggunakan pendekatan yang sama kepada orang lain.
Setelah mengidentifikasi profil kekuatan kreatif diri sendiri, maka akan lebih mudah untuk melihat kekuatan kreatif orang lain. Kita akan lebih terbiasa dengan kekuatan itu sendiri sehingga bisa tepat menemukan cara menerapkannya.
“Saya telah buku yang berjudul Creative Strengths Spotter, dan ini dapat membantu Anda menentukan kekuatan kreatif diri sendiri, mengidentifikasi cara menggunakannya, dan memikirkan cara untuk menerapkannya lebih lengkap,” kata Haydon.
Di Strengths Spotter, kita akan menemukan 16 karakter pilihan yang mendukung pemikiran kreatif, seperti orisinalitas, kemandirian, dan persepsi.
Kita akan memiliki kesempatan untuk memilih orang-orang yang paling cocok, kekuatan yang paling tepat untuk dimiliki.
“Kemudian, saya akan membawa Anda melalui beberapa latihan untuk memeriksa lebih dekat bagaimana Anda sudah menggunakan kekuatan itu dalam kehidupan sehari-hari. Akhirnya kita akan memikirkan cara untuk menerapkannya dengan lebih baik,” ungkapnya.
Setelah memahami kekuatan kreatif dalam diri sendiri, kita dapat menerapkan Strengths Spotter dengan seorang rekan kerja terutama mereka yang tidak bisa kooperatif atau menyebalkan. Kemudian melakukan latihandimulai dari mengidentifikasi kekuatan kreatif dengan mengubah strategi.
Kemudian ikuti lima langkah ini untuk mengaktifkan kekuatan kreatif di tempat kerja.
1. Mulailah berpikir tentang orang tersebut melalui lensa kekuatan. Ketika memikirkan rekan kerja yang menyebalkan, hubungkan dia dengan kekuatan kreatifnya. Misalnya, “Nama rekan kerja — orisinal, mandiri, energik.”
2. Menggali lebih dalam untuk memahami apa arti kata-kata kekuatan kreatif dan apa artinya. Orang-orang yang orisinil dapat memunculkan ide-ide aneh. Ini berarti mereka memiliki kecenderungan untuk berpikir secara berbeda, yang disertai dengan kemungkinan muncul dengan pemikiran berbeda yang tepat untuk membuat pelanggan bahagia dan menjadikan bisnis sebagai pelopor dalam industri ini.
3. Mencari cara untuk memanfaatkan kekuatan kreatif. Pikirkan bagaimana kita dapat menerapkannya pada tugas-tugas kerja sehari-hari, termasuk produk, layanan, dan proses seperti rapat. Bagaimana orisinalitas rekan kerja dapat membantu tim berpikir berbeda untuk memposisikan organisasi sebagai pemimpin di pasar industri.
4. Menemukan cara untuk memperkuat pentingnya kekuatan kreatif dalam cara-cara kecil dan komentar. Misalnya, “Aku menghargai orisinalitasmu. Kamu selalu bisa membawa perspektif baru.”
5. Kemudian dorong mereka untuk menyelesaikan Strengths Spotter. Sarankan agar mereka melakukannya untuk diri mereka sendiri dan untuk rekan mereka yang paling menyebalkan yang mungkin, pada kenyataannya, adalah kita.
Melihat orang melalui lensa kekuatan kreatif adalah salah satu cara untuk mencintai mereka dalam arti menghormati dan berperilaku baik. Kesadaran akan karakteristik yang kita miliki bersama membangun kasih sayang dan menyediakan jalan untuk aplikasi dan pertumbuhan. Ini membantu kita menghargai inti dari diri kita sendiri dan orang lain.(Artiah)
Sumber/foto :psychologytoday.com/irishtimes.com