Oscar Medina: AI Menguatkan Budaya dan Engagement SDM
Di tengah derasnya arus digitalisasi, kecerdasan buatan (AI) sering kali dipandang sebagai ancaman yang berpotensi menggantikan peran manusia. Namun, Oscar Medina, Chief People Officer Hindustan Coca-Cola Beverages Pvt Ltd, melihatnya dari sudut yang berbeda. Bagi dirinya, AI bukanlah pesaing, melainkan mitra strategis yang membuka peluang baru bagi dunia HR untuk memberi dampak lebih besar.
“Teknologi ini (Artificial Intelligence) hadir agar kita bisa bekerja lebih baik, lebih cepat, dan naik level,” tegas Medina saat ditemui tim Intipesan usai menyampaikan presentasinya dalam The 9th Asia Pacific HR Forum pada 27–28 Agustus di Bali.
Menurutnya, otomatisasi memungkinkan pekerjaan rutin dan administratif dialihkan ke sistem cerdas. Hal ini memberi ruang bagi HR untuk berfokus pada hal yang lebih esensial: mengembangkan manusia, memperkuat budaya organisasi, dan membangun engagement yang lebih bermakna.
Meski begitu, Medina mengakui bahwa setiap transformasi tidak datang tanpa tantangan. Perubahan selalu menimbulkan rasa tidak pasti.
“Tentu akan ada hambatan, karena kita tidak mengetahui semuanya dan harus belajar sambil berjalan. Tapi pada akhirnya, teknologi akan membuat hidup kita lebih mudah,” jelasnya.
Ia menekankan, kunci keberhasilan terletak pada kesiapan beradaptasi dan sikap terbuka dalam menghadapi perubahan. Dengan begitu, HR dapat berevolusi dari sekadar fungsi administratif menjadi penggerak perubahan sekaligus mitra strategis bisnis.
“AI membantu kita menyingkirkan pekerjaan-pekerjaan yang tidak kita sukai, agar kita bisa fokus pada hal-hal yang memberi nilai lebih,” tambahnya.
Bagi Medina, masa depan HR bukanlah tentang menggantikan manusia dengan mesin, melainkan berkolaborasi dengan teknologi. AI dan otomasi dapat menjadi katalis untuk menciptakan budaya yang sehat, meningkatkan keterlibatan karyawan, serta membangun fondasi organisasi yang lebih tangguh menghadapi masa depan.