IntiPesan.com

Mengelola Krisis Tanpa Mengorbankan Karyawan

Mengelola Krisis Tanpa Mengorbankan Karyawan

Di tengah tekanan ekonomi global dan gelombang boikot yang mengguncang stabilitas keuangan perusahaan, isu PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) kembali menjadi sorotan. Namun bagi Gigs Patanao, Chief Human Resources Officer (CHRO) Hijo Resources Corporation, Filipina, langkah memangkas tenaga kerja bukanlah solusi—melainkan kesalahan strategis yang bisa meninggalkan luka panjang. Hal tersebut disampaikannya dala sesi tanya jawab acara 9th Asia Pacific HR Forum yang berlangsung bulan lalu di Nusa Dua Bali.

Menurut Patanao, Compensation and Benefit (CnB) bukan sekadar pos pengeluaran, melainkan bagian penting dari strategi bisnis.

“Memberhentikan karyawan, terutama talenta terbaik, adalah kesalahan historis yang selalu berujung penyesalan,” ujarnya.

Dampaknya bukan hanya pada kinerja, tapi juga moral tim dan reputasi perusahaan di mata publik serta pasar tenaga kerja.

PHK yang dilakukan tergesa-gesa kerap menghancurkan fondasi budaya perusahaan. Rasa aman hilang, produktivitas menurun, dan karyawan terbaik mulai mencari pintu keluar. Untuk itu, Patanao menawarkan solusi cerdas: furlough atau cuti sementara tanpa gaji.

Melalui kebijakan ini, perusahaan tetap bisa menekan biaya tanpa benar-benar memutus hubungan kerja. Karyawan pun tetap mempertahankan status dan benefit kesehatan, sebuah bentuk kepedulian yang menjaga rasa percaya dan loyalitas.

“Perusahaan yang memilih furlough menunjukkan bahwa mereka tidak hanya menghitung biaya, tapi juga menghargai manusia di balik bisnisnya,” tegas Patanao.

Dengan begitu, saat badai krisis berlalu, organisasi tak perlu membangun dari nol—karena mereka masih memiliki tim yang solid, loyal, dan siap bangkit bersama.