IntiPesan.com

Melakukan Hal Kecil di Kantor, Ternyata Dapat Meningkatkan Produktivitas

Melakukan Hal Kecil di Kantor, Ternyata Dapat Meningkatkan Produktivitas

Kapan terakhir kali kita mengajak rekan makan siang untuk menunjukkan rasa terima kasih atas kerja keras mereka? Apakah kita selalu mengatakan terimakasih kepada orang-orang yang telah rela bekerjasama ? Atau membelikan sesuatu kepada mereka agarlebih bersemangat ketika bekerja ?

Ternyata tindakan-tindakan sederhana seperti itu, mampu membebrikan perbedaan yang signifikan dalam hubungan kerja. serta dapat meningkatkan kualitas kerjasama yang didapat di kanntor.

Dalam sebuah penelitian dalam perilaku organisasi yang dilakukan pada tahun 1940 pernah dijelaskan bahwa kepemimpinan melibatkan dua kegiatan utama, yaitu melibatkan fokus pada tugas dan pada hubungan.

Menurut Jamie Gruman, profesor dan peneliti di Departemen Manajemen Universitas Guelph Ontario, Kanada menyebutkan bahwa para pemimpin dan staf mempercayai bahwa produktivitas dan moral tidak hanya dipengaruhi oleh tingkat kehadiran ataupun tenggat waktu pekerjaan, anggaran, rencana proyek, dan standar kualitas. Namun juga dipengaruhi oleh bagaimana cara memperlakukan orang lain di sekitar kita setiap hari. Mereka juga tahu bahwa setiap tindakan ataupun hal kecil kebaikan, penghargaan, dan pengakuan sangat membantu menciptakan kinerja tinggi.

“Ini bukan menunjukkan bahwa fokus pada tugas-tugas dan memberi penghargaan material kepada orang-orang, untuk kinerja yang baik tidak penting. Ini hanya menyoroti fakta bahwa cara-cara biasa, yang tampaknya tidak signifikan, kita memperlakukan dan mengenali orang-orang terkadang dapat memainkan peran yang lebih besar dalam menghasilkan sikap dan kinerja kerja yang positif, daripada kegiatan yang tampaknya lebih berorientasi pada bisnis, tugas-tugas yang banyak manajer fokuskan, terkadang secara eksklusif,” jelas Gruman.

Gruman menerangkan lebih jauh bahwa manusia adalah makhluk komunal yang selaras secara neurologis, dengan seluk-beluk interaksi sosial. Setiap manusia dirancang untuk mendeteksi, mengingat, dan menanggapi tindakan kecil rasa terima kasih, penghargaan, dan pengakuan dalam pertemuan a sehari-hari dengan orang lain.

“Tindakan kecil ini memainkan peran utama dalam menentukan bagaimana perasaan kita di tempat kerja, sikap pekerjaan kita, dan seberapa termotivasi kita untuk menginvestasikan diri kita dalam peran kita,” ungkapnya.

Adam Grant dan Francesca Gino, psikolog dari American Psychological Association di Amerika juga menyebutkan bahwa melihat apa yang terjadi pada produktivitas penggalang dana universitas ketika seorang manajer senior terlibat dalam gerakan kecil menunjukkan rasa terima kasih atas pekerjaan mereka.

Para peneliti, meminta direktur mereka untuk mengunjungi universitas dan melakukan tindakan yang tampaknya kecil, dimana dia secara pribadi berterima kasih kepada para semua penyumbang dana atas upaya mereka. Meskipun ini mungkin sebuah hal yang baik, kebanyakan orang tidak akan menganggap ini sebagai contoh kepemimpinan yang hebat atau efektif. Tetapi ketika para peneliti melihat jumlah sumbangan yang diberikan oleh para penggalang dana pada minggu berikutnya, mereka menemukan bahwa dibandingkan dengan mereka yang tidak menerima ucapan terima kasih, mereka yang telah menerima ucapan terima kasih kepada direktur. Sehingga akhirnya menempatkan lebih banyak pihak yang menyumbangkan dananya (63 vs 41 ). Tindakan sederhana menunjukkan rasa terima kasih atas pekerjaan orang-orang berdampak besar pada hasil kerja karyawan.

Contoh lain, Anna Rice dan rekan-rekannya di Western Michigan University melakukan penelitian untuk melihat apa pengaruh pujian manajer terhadap peningkatan layanan pelanggan karyawan di toko kelontong.

“Secara khusus, mereka ingin melihat apakah frekuensi karyawan tersenyum pada pelanggan, melakukan kontak mata dengan mereka, dan menawarkan pelanggan salam dan penutupan yang sesuai, seperti mengatakan “Selamat pagi” dan “Selamat bersenang-senang,” akan berubah jika manajer menawarkan pujian untuk perilaku seperti itu,” jelas Anna Rice.

Hasil lain juga menunjukkan bahwa salam yang benar naik menjadi 66 persen dan penutupan yang benar naik menjadi 70 persen. Yang lebih mengejutkan adalah bahwa ketika para peneliti menindaklanjuti 48 minggu kemudian, karyawan masih melakukan salam yang benar 70 persen, dan penutupan yang tepat 77 persen.

“Pelajarannya tampak jelas, bahwa tindakan pengakuan dan ucapan yang kecil, dapat memberikan dampak besar pada hasil pekerjaan. Jadi , pastikan untuk mengatakan terima kasih ketika orang-orang membantu kita, berikan pujian ketika orang-orang melakukan pekerjaan dengan baik,” tutupnya.

Sumber/foto : psychologytoday.com/ims.gs