IntiPesan.com

Lintas Generasi, Satu Organisasi: Tantangan dan Peluang HR Masa Kini

Lintas Generasi, Satu Organisasi: Tantangan dan Peluang HR Masa Kini

Dunia kerja kini dihuni oleh berbagai generasi—dari Baby Boomer hingga Gen Z, bahkan Gen Alpha yang segera menyusul. Keberagaman usia ini menciptakan dinamika baru yang disebut multi-generational workforce, sebuah tantangan sekaligus peluang bagi divisi human resources (HR).

Menurut Mira F. Soetjipto, Chief Human Resources Officer Bank SMBC Indonesia, saat ditemui tim Intipesan usai menjadi pembicara dalam 11th HR Director Summit di Jakarta, menyebutkan manajemen multigenerasi memang untuk saat ini tak bisa dihindari. Oleh karena itu dirinya menekankan pentingnya strategi yang tepat, untuk menghadapi perbedaan ini.

“Multi generational management adalah hal yang tak bisa dihindari, karena saat ini banyak generasi yang bekerja dalam satu organisasi,” ujarnya.

Kunci utamanya adalah komunikasi yang efektif dan pendekatan yang personalized. Generasi muda seperti milenial, Gen Z, dan Gen Alpha terbiasa dengan teknologi, hidup dalam banyak pilihan, serta memiliki ekspektasi berbeda—terutama dalam hal motivasi, pengakuan, dan pengembangan diri.

“Mereka terbiasa memiliki pilihan, sehingga pendekatan personalized penting bagi mereka,” jelas Mira.

Gaya kepemimpinan juga perlu berubah. Generasi muda menginginkan pengakuan langsung, penghargaan yang bermakna, dan hubungan yang selaras dengan nilai pribadi mereka. Media sosial pun memainkan peran penting dalam memenuhi kebutuhan akan pengakuan secara cepat dan terbuka.

“Peran sosial media sangat penting dalam kehidupan sehari-hari mereka,” tambahnya.

Mira menegaskan bahwa HR harus mampu merangkul semua generasi, dengan pendekatan yang inklusif namun tetap menjaga komitmen, motivasi, dan engagement karyawan.

“Penting bagi HR untuk memberikan pendekatan yang customized, tanpa mengurangi komitmen dan motivasi,” tutupnya.

Manajemen multigenerasi bukan sekadar tren, tapi realitas yang menuntut adaptasi. Dengan strategi yang tepat, keberagaman generasi justru bisa mendorong kolaborasi, kreativitas, dan produktivitas di tempat kerja.