Bukan Sekadar Training : Mengapa L & D Harus Bicara Bahasa Bisnis ?
Banyak perusahaan bangga saat target learning hours karyawan tercapai, namun sering lupa bertanya: apakah pelatihan tersebut berdampak pada bisnis?
Dalam gelaran The 16th Learning and Development Summit di Yogyakarta pasa 23 – 24 April 2026, Endang Suraningsih, Direktur SDM & Umum PT Perkebunan Nusantara III (Persero), menekankan bahwa L&D sering tidak efektif, karena berjalan sendiri tanpa menyentuh arah strategis perusahaan.
Tantangan terbesarnya bukan pada penyusunan strategi, melainkan translasinya ke realita lapangan.
“Supaya yang kita lakukan berimpact terhadap business outcomes, strategic management harus diterjemahkan dulu ke performance management,” tegasnya.
Dengan 116 ribu karyawan, PTPN Group fokus pada keselarasan ini agar setiap inisiatif SDM terukur dan berdampak nyata.
Di industri perkebunan, peran pemimpin sangat krusial sebagai cermin nilai perusahaan bagi level grassroots. PTPN menyiapkan pemimpin yang tidak hanya siap menghadapi masa depan, tapi juga mampu “berdiri di depan masa” untuk menjaga performa harian sekaligus memimpin transformasi.
Tujuannya satu: agar setiap individu, dari kantor pusat hingga pemetik teh di lapangan, bekerja dengan memahami purpose besar di balik setiap tindakan mereka, bukan sekadar menggugurkan target teknis semata.