Passion Menjadi Salah Satu Alasan Mengapa Perempuan Menjadi CEO

Leadership

Passion merupakan salah satu alasan utama mengapa seseorang perempuan mau menjadi pemimpin dan berusaha memulai bisnisnya. Hal tersebut diutarakan oleh Shinta Dhanuwardoyo, CEO sekaligus founder PT Bubu Kreasi Perdana saat tampil menjadi satu dari empat pembicara dalam acara peluncuran buku 'Perempuan Pemimpin', pada Rabu (5/4) di  Restoran Meradelima, Jakarta Selatan.

"Ketika para klien perusahaan masih belum mengerti internet, saya tidak berhenti untuk memberi pengetahuan tentang pentingnya website untuk perusahaan. Karena itu menjadi passion saya. Saya jatuh cinta pada internet," jelasnya.

Sedangkan menurut Nurhayati Subarkat, CEO sekaligus founder PT Paragon Technology Innovation, menyatakan bahwa karyawanlah yang memegang peranan penting ketika dirinya menghadapi masalah.

Hal tersebut tercetus dalam pemikiran ketika usahanya mengalami musibah kebakaran yang dialaminya pada Lebaran tahun 1990, Nurhayati merasa bahwa para karyawan yang membuatnya bangkit dari keterpurukan itu.

"Saya memikirkan bagaimana nasib para karyawan yang tidak mendapatkan tunjangan. Saya kemudian mengumpulkan para karyawan untuk menjual obat pengeriting rambut. Hasil jualannya itu akhirnya menjadi tunjangan lebaran mereka," cerita Nurhayati.

Kepedulian terhadap seluruh karyawan itu juga yang membuat lingkungan perusahaan yang dimilikinya berbasis kekeluargaan. Menurutnya tujuan ingin membantu orang akan mempermudah seseorang menjalani sebuah pekerjaan, seberat apapun itu.

Hal lain yang menjadi alasan lain adalah adanya target dan passion. Karena dengan adanya target tersebut, seseorang akan lebih bersemangat menjalani pekerjaan. Dengan demikian keberhasilan mencapai target dan passion, adalah dua hal yang menjadi 'makanan' untuk jiwa seseorang. Seperti yang disampaikan oleh Atiek Nur Wahyuni, CEO Trans Media Group.

"Saya selalu punya pandangan untuk menjadi nomor satu. Kalau saya tidak bisa menjadi nomor satu, saya bisa jatuh menjadi nomor tiga atau dua. Namun, kalau saya tidak punya target nomor satu, saya tidak bisa jatuh ke tingkat manapun," jelasnya.

 

Sumber/foto : detik.com/swa.co.id