IntiPesan.com

Adam Grant : Tipe Pemberi Lebih Menarik dalam Sebuah Hubungan

Adam Grant : Tipe Pemberi Lebih Menarik dalam Sebuah Hubungan

Adam Grant speaks at TED2018 – The Age of Amazement, April 10 – 14, 2018, Vancouver, BC, Canada. Photo: Ryan Lash / TED

Kapan saja suatu hubungan gagal karena kita tidak cocok dengan orang lain, kita dengan cepat akan menuduh kurangnya chemistry atau ada kekuatan tak berwujud mengganggu antara kita dengan pasangan. Boleh jadi hal itu karena perbedaan tipe kepribadian. Tipe kepribadian calon pasangan adalah faktor yang membuat kita tertarik pada dirinya dan meenetukan sukses atau tidaknya hubungan itu kelak. Jika kita adalah tipe pemberi,maka hal itu bisa memberi manfaat besar dalam hubungan yang kita jalin.

Jenis Kepribadian yang Berbeda

Seorang psikolog sekaligus professor dan penulis buku laris versi New York Times yang bernama Adam Grant menulis buku tentang bagaimana meraih kesuksesan melalui hubungan. Bukunya yang berjudul Memberi dan Menerima: Pendekatan Revolusioner untuk Sukses didasarkan pada gagasan sederhana bahwa kemampuan kita untuk berinteraksi dan berkomunikasi secara efektif adalah kunci untuk meraih kesuksesan di dunia modern.

Dalam buku setebal 320 halaman itu, Grant berpendapat bahwa seseorang dapat dimasukkan dalam salah satu dari tiga kategori berikut yakni tipe pemberi (giver), penerima (taker), dan pencocok (matcher). Sebagian besar buku ini membahas mengenai bagaimana ketiga tipe kepribadian ini beroperasi dalam lingkungan profesional dan juga dia juga berfungsi dalam arti romantis.

Menurut teori Grant, tipe pemberi termotivasi untuk menjaga orang lain. Motivasi utama tipe penerima adalah demi kepentingan diri sendiri.Sedangkan tipe pencocok biasanya memberi sesuatu kepada orang lain dengan harapan mendapatkan sesuatu kembali.

Tipe Pemberi dalam Hubungan

Grant mengkategorikan tipe pemberi sebagai tipe yang paling sukses dalam membangun sebuah hubungan yang romantis dan paling menarik dari ketiga tipe tersebut. Tetapi,hal itu perlu pengorbanan. Orang-orang yang masuk tipe ini umumnya baik hati, tidak mementingkan diri sendiri, penuh kasih, dan mendukung dalam sebuah hubungan. “Sifat yang paling dihargai pada calon pasangan (baik pria maupun wanita) adalah kebaikannya,” jelasnya. “Tipe pemberi juga cenderung penuh kasih sayang, suatu sifat yang sangat mempengaruhi awetnya suatu hubungan.”

Teori Grant ini tidak berbeda dengan karakterisasi yang dibuat oleh Myers-Briggs mengenai seorang tipe pemberi. Myers-Briggs menyebutnya sebagai ENFJ (Extroverted, Intuitive, Feeling, Judging). Menurut kacamata mereka, tipe pemberi ini fokus dan sangat peduli pada orang lain, ekstrover, karismatik, dan mudah akrab dengan orang lain, apa pun tipe kepribadiannya. ENFJ juga punya sifat hangat, perhatian, dan sangat mampu menerima orang lain.

Padahal tipe pemberi, menurut Grant, juga ada kekurangannya. “Motivasi terkuat dari tipe pemberi adalah untuk menjaga orang lain dan berkontribusi pada kehidupan mereka dengan cara yang positif,” lanjutnya. “Sebagai seorang pemberi, kita mungkin sering memikirkan tentang hadiah untuk pasangan atau tentang hal-hal terbaik yang dapat kita lakukan untuk mereka.” Tetapi,sifat tidak mementingkan diri sendiri ini dapat menyebabkan mereka disalahkan atas sesuatu. Atau, mereka merasa tidak dapat dicintai atau tidak cukup baik karena mereka merasa paling bertanggung jawab atas sebuah hubungan.

Grant lebih lanjut berpendapat bahwa dalam hubungan yang paling sukses, kedua pasangan seharusnya adalah tipe pemberi. Dengan kata lain, agar sebuah hubungan romantis berhasil, tipe pencocok dan penerima mesti menjadi tipe pemberi. Kedua pasangan mungkin memberi dengan cara yang berbeda, tetapi mereka harus bersedia untuk mendukung satu sama lain tanpa mengharapkan imbalan. Namun, ketika keadaan menjadi sangat tidak seimbang, kita semua akan menjadi tipe pencocok.

Sumber/foto : mydomaine.com/aarpinternational.org