Presiden Joko Widodo : Pengusaha Indonesia harus Tahan Banting

Redaksi Intipesan May 24, 2016 0
Presiden Joko Widodo : Pengusaha Indonesia harus Tahan Banting

Pada tahun ini pemerintaah bertekad akan meningkatkan kegiatan ekonomi nasional, yang bertumpu pada peran pengusaha muda secara aktif. Namun demikian ternyata persentase  pengusaha Indonesia masih terbilang sedikit dan tertinggal dari negara ASEAN lainnya. Untuk itu, Pemerintah RI akan terus mendorong kepada pengusaha muda Indonesia agar terus berinovasi, meningkatkan kreatifitas dan kemampuan, serta berani berasing dengan pengusaha senior yang lebih mapan sekalipun. Hal tersebut diungkapkan oleh Presiden Joko Widodo saat memberikan sambutan sekaligus meresmikan acara Jambore Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Perguruan Tinggi (Hipmi PT) se-ASEAN, di kampus Telkom University (Tel-U), Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Senin (23/5).

“Kenapa kita (Indonesia) baru 1,6 persen pengusaha. Padahal di negara lain di lingkup ASEAN sudah di atas 4 persen. Semua itu karena ketakutan kita bersaing dan berkompetisi,” kata Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).

Dengan rendahnya persentase jumlah pengusaha ini maka kemudian Indonesia perlu menciptakan lebih banyak pengusaha, untuk membuka lebih banyak lagi lapangan kerja, meningkatkan daya beli masyarakat serta menciptakan kepastian pendapatan. Berdasarkan survei Hipmi, sebanyak 80 persen mahasiswa perguruan tinggi di Indonesia masih bercita-cita menjadi pekerja atau belum mau jadi pengusaha.

Menurut presiden pengusaha Indonesia tidak kalah saing dalam hal inovasi dan kreasi yang dihasilkan. Namun presiden juga mengingatkan, optimisme tersebut juga harus didukung dengan kompetensi, pendidikan, dan tukar pikiran pengalaman. Baginya pengusaha muda tidak boleh hanya modal tekat dan keberanian saja.

“Modal semangat saja tidak cukup. Jadi harus tekun dan fokus. Kalau jatuh, ya bangkit lagi,” ujar Presiden Jokowi.

Namun begitu pengusaha muda jangan pernah takut untuk mencoba. Kegagalan dalam usaha merupakan sebuah bagian dari dinamika. Pengusaha muda harus bisa mengevaluasi kegagalannya. Dengan kegagalan yang dialami, presiden mengingatkan agar menjadi alas an untuk berganti konsentrasi usaha. Namun harus diketahui titik lemahnya. Kemudian diperbaiki dan dikembangkan lagi.

Ia juga mengingatkan, dalam merintis usahanya, pengusaha harus fokus dengan bidangnya. Dengan fokus pada bidang yang digeluti, pengusaha akan lebih mudah dalam mengembangkan usahanya ke depan.

“Kalau ingin sukses, kita harus fokus ke bidang yang kita jalani. Syukur kalau super fokus sehingga usaha mudah dijalani,” papar Mantan Walikota Solo tersebut.

Sumber : kemnaker.go.id

Foto : kemnaker.go.id

Comments are closed.