Pengembangan Organisasi Melalui Pengembangan Kompetensi Guru
Dr. Wustari L Mangundjaya, M.Org.Psy.
Psikolog, Staf Pengajar di Fakultas Psikologi UI
Pengantar
Salah satu isu nasional yang tengah digaungkan oleh pemerintah saat ini adalah pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), melalui pengembangan karakter bangsa utnuk menjadi SDM yang unggul. Pendidikan yang baik dan berkualitas merupakan salah satu dasar bagi terbentuknya suatu bangsa yang sejahtera. Oleh sebab itu, terwujudnya pendidikan yang baik dan berkualitas di Indonesia, harus menjadi titik perhatian dari seluruh komponen bangsa mulai dari pemerintah, lembaga pendidikan, lembaga swadaya masyarakat dan masyarakat itu sendiri. Masa depan Bangsa Indonesia akan sangat dipengaruhi oleh baik buruknya kualitas pendidikan di negara ini. Hal ini antara lain dapat dilakukan dengan cara peningkatan kualitas sekolah, dan melalui pengembangan kompetensi guru serta pengembangan program pendidikan.
Selama ini pemerintah telah berupaya keras untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Meskipun demikian, upaya yang dilakukan oleh pemerintah saja tidaklah cukup. Peran serta aktif dari lembaga-lembaga lain di luar pemerintah baik yang bersifat formal maupun non-formal, serta masyarakat umum akan dapat memberikan kontribusi yang berharga bagi peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia. Bentuk-bentuk kerja sama antar elemen bangsa inilah yang pada akhirnya dapat menciptakan model pendidikan yang inklusif, tepat sasaran dan dapat menghasilkan lulusan yang berkualitas dan mampu bersaing di era globalisasi.
Salah satu bentuk satuan pendidikan yang ada di Indonesia dan memiliki kontribusi yang cukup besar dalam upaya mencerdaskan bangsa adalah sekolah. Mengingat pentingnya peran SDM, dalam hal ini para guru di sekolah, maka penulis melakukan intervensi pengembangan organisasi melalui pendekatan manajemen SDM (Cummings & Worley, 2015), dengan cara mengembangkan kompetensi guru. Contoh kasus pengembangan organisasi yang digunakan pada penulisan ini adalah salah satu sekolah swasta yang berlandaskan agama Islam yaitu Sekolah Madrasah Ibtidaiyah Nurul Huda yang berlokasi di Pancoran Depok. Berdasarkan pengamatan dan hasil wawancara, terlihat bahwa masyarakat sekitar khususnya orang tua murid merasa sangat terbantu dengan adanya kegiatan belajar mengajar yang dilaksanakan oleh sekolah tersebut. Salah satu hal yang menjadi alasan mengapa mereka memilih untuk menyekolahkan anak-anaknya di sekolah tersebut dibandingkan sekolah dasar lainnya (sekolah negeri yang biaya pendidikannya gratis) adalah di sekolah tersebut anak-anak tidak hanya mendapatkan pendidikan yang bersifat umum, namun juga pendidikan agama Islam yang baik.
Proses pengembangan organisasi (PO)
Proses pengembangan organisasi (PO) dimulai dari kunjungan tim PO yang berasal dari Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, ke sekolah MI Nurul Huda. Kunjungan tersebut kemudian diikuti dengan kunjungan terhadap manajemen (Kepala Sekolah MI Nurul Huda) untuk mengetahui lebih banyak mengenai kondisi sekolah (Entry & Contracting). Hal ini kemudian diikuti dengan proses diagnosis dan pengambilan data melalui FGD (Focus Group Discussion) pada guru-guru sekolah dan juga melakukan wawancara mendalam (in depth interview) pada Kepala Sekolah untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan yang dimiliki oleh sekolah, serta apa yang dapat dilakukan untuk mengembangkan organisasi (mengembangkan sekolah).
Hasil diagnosis tersebut menunjukkan bahwa salah satu isu yang disampaikan oleh para guru-guru adalah diperlukannya program pengembangan kompetensi bagi guru-guru (baik program pengembangan pribadi sebagai guru), maupun program pengembangan proses belajar mengajar. Hasil tersebut kemudian dibahas dengan anggota tim lain yang berasal dari Komunitas Kita Cinta Indoensia (KCI) untuk membuat perencanaan pengembangan kompetensi guru sebagai intervensi dari pengembangan organisasi sekolah.
Intervensi pengembangan kompetensi guru yang dilakukan terdiri dari a) Workshop pengembangan guru di era digital, yang membahas antara lain mengenai kiat-kiat sebagai guru dalam mengenali diri serta memperlakukan anak didik sebagai seorang individu yang unik; b) Workshop pembuatan Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), yang membahas mengenai kiat-kiat membuat RPP yang efektif, efisien, praktis dan menyenangkan; c) Workshop evaluasi Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), yang membahas mengenai hasil evaluasi dari RPP yang telah dibuat dan diikuti pula dengan d) Seminar parenting yang berjudul Menjadi Orang Tua Efektif di Era Digital. Seminar ini diikuti oleh para orang tua murid dan guru, seminar ini bertujuan untuk berbagi pengetahuan mengenai cara mendidik anak di era digital.
Semua program tersebut dirancang dengan mengikuti tahapan siklus pelatihan maupun berdasarkan prinsip orang dewasa (aandragogi) serta menggunakan metode experiential learning (Mangundjaya, 2012). Berdasarkan pendekatan tersebut, maka peserta pelatihan (dalam hal ini para guru) mengikuti secara aktif dan penuh antusiasme, khususnya mereka pada umumnya tidak pernah mengikuti pelatihan dan workshop yang menggunakan metode experiential learning dan berdasarkan atas konsep prinsip belajar orang dewasa (andragogi). Selain dari pelatihan yang bersifat di ruangan, tim juga melakukan pengamatan di sekolah untuk menjadi bahan pembahasan pada waktu workshop.
Untuk mengetahui efektivitas dari pelatihan dan pengembangan organisasi yang dilakukan, maka diberikan lembar evaluasi serta meminta peserta memberikan testimoni (evaluasi level 1). Evaluasi untuk mengukur proses pembelajaran juga dilakukan dengan memberikan pre dan post test (evaluasi level 2), yang dilanjut juga dengan penugasan pembuatan RPP yang diterapkan di kelas (evaluasi level 3) (Kirkpatrick, 2016)
Sementara itu, dalam rangka melakukan kegiatan internalisasi hasil pelatihan dan lokakarya yang telah dilakukan, tim pengembangan organisasi melakukan kegiatan pendampingan yang dilakukan baik secara langsung dengan mengunjungi sekolah, maupun secara virtual melalui diskusi dalam grup. Untuk tetap menjaga hubungan dengan pserta, tim kemudian membuat grup sosial media yang dijadikan tempat untuk berdiskusi mengenai berbagai hal yang terkait dengan isu-isu pendidikan.
Penutup
Berdasarkan hasil analisis kegiatan pengembangan kompetensi guru, maka dapat dikatakan bahwa kegiatan intervensi pengembangan kompentensi guru melalui pemberian workshop, pelatihan, pendampingan dan seminar adalah cukup efektif. Kegiatan ini dapat menjadi salah satu alternatif intervensi yang efektif dan efisien dalam pengembangan kompetensi SDM, sejauh kegiatan tersebut direncanakan dengan baik, serta menggunakan prinsip belajar orang dewasa (andragogi).
Untuk itu, dalam rangka turut serta membangun SDM yang kompeten, tangguh dan unggul serta memiliki nilai-nilai luhur bangsa Indonesia, maka hal ini tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah yang memiliki peran utama, tetapi juga memerlukan kontribusi dari berbagai pihak antara lain perguruan tinggi, maupun Lembaga sosial kemasyarakatan lainnya. Misalnya, program ini tidak dapat berlangsung tanpa adanya dukungan dari Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM) UI, rekan-rekan dari Fakultas Psikologi UI, maupun peran serta dari Komunitas Kita Cinta Indonesia (KCI). Dalam hal ini, kontribusi dari berbagai pihak untuk melakukan pengembangan sekolah maupun pengembangan guru masih diperlukan untuk mencapai SDM yang unggul dan menuju Indonesia yang maju.
Daftar Pustaka
Cummings, T, G, dan Worley, C. G (2015). Organization Development and Change, 10th Edition, Cencage Learning: USA.
Kirkpatrick, J.D dan Kayser, W (2016). Four Levels of Training Evaluation, ATD Press, Alexandria, USA.
Mangundjaya, W. L.H, (2017). Pelatihan dan pengembangan Sumber Daya Manusia, Swascita Publishing, Jakarta, Indonesia.
*Tentang penulis
Dr. Wustari L Mangundjaya, M.Org.Psy. adalah seorang psikolog organisasi, yang saat ini menjadi staf pengajar di Fakultas Psikologi, bidang studi Psikologi Industri dan Organisasi serta pada Magister Manajemen Universitas Indonesia. Latar belakang pendidikan dan pengalaman praktisnya banyak berhubungan dengan isu perubahan dan pengembangan organisasi pada berbagai jenis organisasi termasuk organisasi nir-laba.
Kontak: wustari@gmail.com atau wustari@ui.ac.id.